Corona Berdampak pada Pariwisata Global, Gini Kata Angela Tanoesoedibjo

Penyebaran virus corona berdampak pada industri pariwisata secara global, termasuk Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyiapkan langkah-langkah guna menghadapi hal tersebut.

“Saat ini, dunia sedang dilanda wabah virus corona, sehingga sangat mempengaruhi keputusan-keputusan wisatawan untuk traveling, khususnya ke luar negeri. Ini sangat berdampak kepada industri pariwisata, tidak hanya di Indonesia, tetapi secara global,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Wise Travel Fair 2020 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Continue reading

Khawatir Virus Corona, Biro Perjalanan Tunda Paket Wisata ke China

Virus corona yang masih menyebar di kota Wuhan membuat biro perjalanan di Sumatera Selatan menunda seluruh paket wisata ke China. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Selatan, Anton Wahyudi menjelaskan, seluruh pengusaha biro perjalanan telah sepakat untuk menunda sementara waktu wisata ke China. Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah mengeluarkan surat edaran agar aktivitas promosi ke daerah yang terdampak virus corona untuk dilihkan sementara waktu.

Continue reading

Selain Pantai, Perdukunan Jadi Daya Tarik Pariwisata Belitung Timur

Daya tarik pariwisata di Belitung Timur tidak hanya sebatas pantai. Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza Mahendra mengatakan, perdukunan menambah daya tarik pariwisata di wilayahnya. “Di Belitung ada komunitas perdukunan,” kata dia di acara Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2020 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (30/1). Ia memperkirkan ada 150 dukun di Belitung Timur.

Continue reading

Pariwisata adalah Bisnis Kebahagiaan

Pariwisata adalah Bisnis Kebahagiaan

“Di acara Musyawarah Daerah ke-13 BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar kemarin malam di Bandung, saya katakan bahwa pariwisata adalah bisnis kebahagiaan,” kata Ridwan Kamil, Kamis (16/1).

Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi masa depan. Sejumlah upaya dan program pun digagas Pemda Provinsi Jawa Barat guna mewujudkannya. “Kami serius untuk membuktikan Jawa Barat ini harus menjadi destinasi pariwisata yang semakin baik dan keren,” kata dia. “Dan menjadikan Jawa Barat juara pariwisata adalah yang pertama yang harus dipahami adalah definisinya. Akhirnya saya menemukan definisi versi saya,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menuturkan pariwisata itu definisinya adalah bisnis kebahagiaan yakni orang mau bahagia, dia mau keluar duit. “Bahagia dengan shopping maka ada pariwisata shopping, bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya,” katanya.

“Dia bahagianya spiritualitasnya maka wisatanya umrah, wisata kunjungan. Dia bahagianya event musik, maka dia datang ke konser-konser musik. Jadi, definisi pariwisata itu,” katanya.

Maka jenis kebahagiaan seperti apa yang bisa membuat orang mau datang ke Jawa Barat, Emil mengatakan industri pariwisata di Jabar bisa disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di setiap daerah.

“Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT, maka kita pilih bisnis-bisnis kebahagiaan atau pariwisata yang sesuai adat, budaya, syariat agama, supaya kita berkah,” katanya. Emil menyebut hingga akhir 2019 jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Jabar sekira 66 juta wisatawan.

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Rest Area Tol

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Rest Area Tol

Jalan tol adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau lebih (mobil, bus, truk) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Perkembangan jalan tol di Indonesia kini semakin berkembang pesat. Hal ini bertujuan untuk menghemat waktu tempuh perjalanan dan sekaligus untuk mengurangi kemacetan di jalan umum tak berbayar.
Seiring dengan perkembangan pembangunan jalan tol di Indonesia, hal tersebut harus diseimbangi dengan adanya rest area yang berfungsi sebagai tempat beristirahat (makan, minum dan ibadah) para pengguna jalan tol serta sebagai tempat untuk mengistirahatkan sejenak kendaraan mereka. Mengingat adanya peraturan dan kondisi lapangan di jalan tol yang sangat berbeda dengan jalan umum tak berbayar pada umumnya, yaitu di jalan tol para pengemudi tidak bisa sembarangan berhenti. Akan hal tersebut, perlu adanya beberapa rest area yang berguna untuk tempat berhenti dan mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Hal tersebut tentunya memerlukan adanya sebuah manajemen pengelolaan rest area jalan tol.
Oleh karena itu disusun sebuah Pelatihan Pengelolaan Rest Area Jalan Tol yang akan diselenggarakan selama 2 hari. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan pengelolaan untuk membuat dan mengembangkan rest area jalan tol. Adapun materi pelatihan meliputi Prospek Bisnis Pengelolaan Rest Area Jalan Tol, Standar Usaha Pengelolaan Rest Area Jalan Tol, Manajemen Keuangan dan Pengelolaan Rest Area Jalan Tol, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran serta Promosi.
Untuk informasi pelatihan dan pendaftaran Jadwal Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Spot Wisata Selfie serta informasi untuk Pelatihan Pembuatan dan Pengembangan Spot Wisata Selfie di lokasi tertentu dapat menghubungi 082226191381, 0816592791, 081328867181.

Jadwal Pelatihan Manajemen Pengelolaan Rest Area Tol 2020:
Angkatan 1, 21-22 Januari 2020
Angkatan 2, 20-21 Februari 2020
Angkatan 3, 12-13 Maret 2020
Angkatan 4, 1-2 April 2020
Angkatan 5, 28-29 Mei 2020
Angkatan 6, 15-16 Juni 2020
Angkatan 7, 29-30 Juli 2020
Angkatan 8, 27-28 Agustus 2020
Angkatan 9, 16-17 September 2020
Angkatan 10, 8-9 Oktober 2020
Angkatan 11, 11-12 November 2020
Angkatan 12, 3-4 Desember 2020