Pelatihan Penyelenggaraan Fam Trip (Familiarization Trip)

Pelatihan Penyelenggaraan Fam Trip (Familiarization Trip)Pelatihan Penyelenggaraan Fam Trip (Familiarization Trip)

Untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke suatu destinasi wisata dibutuhkan strategi yang  tepat. Mulai dari strategi perencanaan dan pengembangan produk, strategi pemasaran dan peningkatan SDM di bidang wisatanya. Salah satu bentuk wisata berdasar maksud dan tujuan adalah familiarization trip atau lebih dikenal dengan fam trip. Familiarization Trip (wisata pengenalan), merupakan suatu perjalanan anjangsana yang dimaksudkan guna mengenal lebih lanjut bidang atau daerah yang mempunyai kaitan dengan pekerjaannya. Biasanya wisata jenis ini diikuti oleh para jurnalis, hotel, dan travel agent. Fam trip dilakukan untuk mengenalkan daya tarik wisata ataupun produk wisata baru yang akan dan sedang dikembangkan sehingga mampu mendatangkan wisatawan.
Continue reading

Pelatihan Penyusunan Iklan Pariwisata di Media Cetak dan Majalah

Pelatihan Penyusunan Iklan Pariwisata di Media Cetak dan Majalah

Pelatihan Penyusunan Iklan Pariwisata di Media Cetak dan Majalah

Pelatihan Penyusunan Iklan Pariwisata di Media Cetak dan Majalah- Media cetak sangat diperlukan untuk meningkatkan kunjungan wisata suatu daerah. Meskipun saat ini media sosial berkembang sangat pesat namun tidak menggantikan peranan media cetak. Iklan Pariwisata di majalah dan media cetak menjadi penting, merupakan strategi promosi yang efektif dan tepat sasaran untuk segmen-segmen pasar tertentu. Berbagai metode dapat digunakan dalam mendukung kegitatan promosi. Salah satu metode yang digunakan adalah beriklan melalui media cetak dan majalah. Pemasangan iklan tersebut dapat dilakukan dan bekerja sama dengan media cetak atapun majalah milik maskapai penerbangan atau yang lebih dikenal dengan in-flight magazine.Garuda Indonesia dengan Colours Magazine, Lion Air dengan Lionmag Magazine, Airasia dengan Airasia Magazine, Sriwijaya Air dengan Sriwijaya Magazine-nya dan lain sebagainya.  Pemasangan iklan di majalah dalam pesawat tersebut tentunya akan dibaca oleh penumpang selama melakukan penerbangannya. Walaupun efeknya tidak terasa secara langsung tapi minimal potensi wisata daerah dapat diketahui oleh penumpang dan diharapkan dapat menjadwalkan kunjungan wisatanya dimasa yang akan datang. Continue reading

Pelatihan Pembentukan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Pariwisata

Pelatihan Pengembangan BUMD

Pelatihan Pembentukan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) - Otonomi daerah mendorong pembangunan pariwisata daerah untuk kreatif mencari sumber-sumber pendapatan baru. BUMD  di bidang pariwisata menjadi salah satu alternatif dalam meningatkan pendapatan daerah maupun desa. Disisi lain meskipun dari sisi karakter pembentukannya agak sedikit berbeda antara BUMD  namun dapat menjawab tantangan keterlibatan masyarakat dan pemerintah dalam mengelola usaha jasa pariwisata dan daya tarik wisata. Beragamnya destinasi wisata, kualitas sumber daya manusia, dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi pertimbangan dalam melakukan investasi pengembangan pariwisata. Pariwisata saat ini dikelola baik oleh pemerintah ataupun swasta.
Continue reading

Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah bidang Kepariwisataan

Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah bidang Kepariwisataan 

naskah akademik

Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah bidang Kepariwisataan –Secara umum Naskah Akademik dalam proses pembentukanya didukung oleh data dan informasi akurat yang diperoleh dari hasil pengkajian dan  penelitian dengan menampung dan mengakomudasi kebutuhan sesuai dengan aspirasi masyarakat, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Untuk menjamin peraturan perundang-undangan tersebut memenuhi dasar filosofi, yuridis, sosiologis. Jika Naskah Akademik selalu mendasarkan pada urgensi dan tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan, pokok pikiran, lingkup atau obyek yang akan diatur, jangkaun serta arah pengaturan yang memang dikehendaki oleh masyarakat  maka proses bottom up yang selama ini diinginkan masyakat akan terwujud dan  produk yang dihasilkan memenuhi keadilan substantif dan implentasinya menciptakan keadilan substantif, dengan demikian masyarakat merasa ikut memiliki dan sehingga berlakunya menjadi langgeng.

Continue reading