Category Archives: HIghlight Pariwisata

Pariwisata Daerah Berpotensi Berkembang Pascapandemi Covid-19

Pariwisata Daerah Berpotensi Berkembang Pasca pandemi Covid-19

Pelatihan Pariwisata – “Jadi ini justru waktunya kita untuk mengembangkan pariwisata yang ada di daerah kita karena sebetulnya Indonesia ini banyak sekali spot-spot wisata yang sangat menarik,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, di Jakarta, Jumat, 4 Juli 2020.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yakin tempat wisata di daerah akan berkembang jika dipromosikan dengan baik. Secara langsung, promosi itu akan berdampak positif bagi warga sekitar.

“Jadi, jika kita mampu mengembangkannya, kita dapat semakin menggerakkan ekonomi daerah sekitar dan membuka peluang lapangan kerja untuk masyarakatnya,” ujar Sandi. Continue reading

Jaga Eksistensi Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Update Product Pariwisata untuk Pasar India

Jaga Eksistensi Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Update Product Pariwisata untuk Pasar India

Pelatihan Pariwisata – Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) Nia Niscaya mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal, termasuk pariwisata. Maka dari itu, dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia. Pelaku pemasaran pariwisata juga harus mengambil langkah berani dengan mencari strategi dan peluang baru dalam menghadapi situasi yang tidak menguntungkan ini. Nah, hal itulah yang diupayakan Kemeparekraf bersama perwakilan promosi pariwisata Indonesia (Visit Indonesia Tourism Officer atau VITO) di New Delhi dan Mumbai dengan melakukan product update pariwisata untuk pasar India.

Product update dilakukan melalui webinar bertajuk The Future of Indonesian Tourism Marketing in India, Selasa (9/6/2020). Nia menambahkan, webinar tersebut digelar untuk menjaga brand awareness Indonesia terutama di pasar India, sehingga nantinya wisatawan mancanegara (wisman) asal India tidak ragu datang ke Indonesia. “Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan kebijakan-kebijakan the new normal di destinasi wisata, seperti Gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Cleanliness, Health and Safety / CHS),” kata Nia, seperti dalam keterangan tertulisnya. Tercatat, sebanyak 140 industri pariwisata India dan Indonesia mengikuti webinar tersebut. Continue reading

Sektor Pariwisata Tunggu Stimulus Tambahan

Sektor Pariwisata Tunggu Stimulus Tambahan


Kartu Pra Kerja didorong dimanfaatkan agar para pekerja takmengalami putus hubungan kerja (PHK).

Pemerintah mengkaji adanya extra benefit atau stimulus tambahan bagi sektor pariwisata yang dinilai paling terdampak oleh pandemi Virus Corona baru (Covi-19). Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference di Jakarta, Kamis (26/3). Rakor diikuti pula oleh Menko Perekonomomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destri Damayanti. Continue reading

Membidik Rezeki di Balik Pariwisata

Jembatan-AmperaTEORI alokasi waktu yang dikemukakan Gary S. Becker (1965) menyatakan bahwa individu memiliki waktu 24 Jam. Waktu digunakan untuk kerja, bersenang-senang ”leasures” dan tidur. Pemisahan waktu bersenang-senang dengan waktu kerja dahulu masih bisa dianggap benar. Tetapi saat sekarang bisa menjadi keliru. Individu bisa menggunakan waktu kerja, sekaligus bersenang-senang, atau sebaliknya. Ini berkat kehadiran alat komunikasi ”virtual” dalam kehidupan sehari hari. Alat yang mempermudah untuk berkomunikasi dan digunakan untuk berbagai tujuan.
Ruangan menjadi tidak selalu diperlukan untuk rapat. Cukup diskusi di berbagai fasilitas ko­munikasi, seperti WA, Instagram, Facebook, e-mail  dll. Di tempat wisata masih bisa rapat dilakukan dalam suasana santai untuk mengambil keputusan.
Continue reading

Dapatkah pariwisata menopang Timor Leste?

timor lesteSaat ini para turis sudah mengunjungi tempat-tempat yang bertema perjuangan kemerdekaan.Di Dili, ada sebuah museum perlawanan. Sebagian turis mengunjungi kuburan Santa Cruz, tempat ratusan murid mati ditembak pasukan Indonesia tahun 1991. Di Balibo, ada tugu peringatan kecil untuk lima jurmalis Australia yang tewas saat invasi Indonesia pada tahun 1975.Timor Leste bukan negara pertama di Asia Tenggara yang menggerakkan industri pariwisatanya dari masa lalunya yang kelam. Kamboja dan Vietnam juga melakukannya.Namun Timor Leste butuh 24 tahun untuk meraih kemerdekaan, dan merupakan sebuah kemenangan yang meresap ke identitas nasional.”Negara muda ini masih mencari kisahnya dan penting jika kisah ini masih terus berubah dan berkembang seperti bangsa yang masih berkembang dan tumbuh.” Kata Susan Marx, perwakilan Asia Foundation di Timor Leste.

“Jadi untuk sekarang saya pikir memanfaatkan sejarah perjuangan kemerdekaan yang sangat berani di Timor Leste penting untuk digandeng dengan pemandangan pedesaan yang sangat indah. Kita lihat bagaimana nantinya,” dia berkata. Continue reading