Category Archives: Jurnal Pariwisata

Taati PPKM, Penutupan Objek Wisata Candi Arjuna yang diperpanjang

Taati PPKM, Penutupan Objek Wisata Candi Arjuna yang diperpanjang

Pelatihan Pariwisata – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah menyatakan penutupan objek wisata Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng diperpanjang hingga 2 Agustus 2021. Hal ini dilakukan untuk mendukung penerapan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM).

Pada Rabu, 21 Juli 2021, Agung Yusianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, menyatakan: “Penutupan kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.”

Ia menjelaskan, penutupan juga dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Banjarnegara Nomor 443/231/Setda/2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 Kabupaten Banjarnegara.

“Akibatnya, kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng masih tertutup untuk umum,” jelasnya.Dia menambahkan selama penutupan tersebut pihaknya juga akan melanjutkan kegiatan sterilisasi di seluruh area objek wisata sebagai bagian dari upaya penerapan protokol kesehatan. Penutupan objek wisata juga dilakukan di destinasi lain yang ada di Banjarnegara.

“Selama pelaksanaan PPKM, kami akan terus berupaya untuk mematuhi kebijakan, terutama yang terkait dengan sektor pariwisata. Ini sebagai bentuk komitmen untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di daerah,” jelasnya.

Pengelolaan 2 Lokasi Wisata di Sigi, Sulawesi Tengah Bakal Berbasis Digital Demi Cegah Penularan Covid-19

Pengelolaan 2 Lokasi Wisata di Sigi, Sulawesi Tengah Bakal Berbasis Digital Demi Cegah Penularan Covid-19

Pelatihan Pariwisata – Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke sektor pariwisata termasuk di Kabupaten Sigi , Sulawesi Tengah. Sejak pertengahan tahun 2020 beberapa objek wisata andalan kabupaten itu sepi pengunjung. Selain karena kebijakan buka tutup sesuai dengan situasi pandemi, berwisata juga ditakutkan warga meningkatkan risiko tertular virus tersebut.

“Ini bisa mencegah transaksi tunai yang membuat kontak fisik terjadi,” Kadis Pariwisata Sigi, Diah Agustiningsih menjelaskan, usai penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri Area Palu dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi untuk pelayanan pembayaran non tunai (cashless) Objek Wisata, Jumat (9/7/2021).

Dengan kerja sama itu, pembayaran di objek wisata yang dikelola Pemkab Sigi nantinya bisa melalui akses barcode atau Quick Respons Indonesian Standart (QRIS) yang didukung Bank Mandiri, termasuk mesin edisi untuk memudahkan pembayaran di objek wisata.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga merintis pengelolaan berbasis digital dengan menggandeng perbankan untuk menyediakan layanan pembayaran cashless atau non tunai di dua destinasi wisata, yakni Pemandian Air Panas Bora dan Wayu Paraglider, sehingga meminimalisir penyebaran risiko Covid-19.

Dengan begitu, risiko penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. Selain itu, akuntabilitas pengelolaan keuangan dapat dijaga melalui pencatatan digital.

“Hal ini mencegah transaksi tunai dari kontak fisik,” Diah Agustiningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sigi menjelaskan setelah Bank Mandiri Area Palu dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi menandatangani kerjasama layanan pembayaran non tunai (cashless) untuk objek wisata, Jumat (9) /09) 7/2021).

Melalui kerja sama ini, pembayaran tempat wisata yang dikelola Pemkab Sigi akan dapat mengakses barcode yang didukung oleh Bank Mandiri atau Quick Response Indonesian Standards (QRIS), termasuk versi mesin yang digunakan untuk memudahkan pembayaran tempat wisata.

“Pemakaian aplikasi jasa pemesanan makanan/minuman melalui Digiresto maupun aplikasi lainnya juga akan didorong,” Head Area Bank Mandiri Palu, Zuhri mengatakan.

Selain pertanian, pariwisata terutama wisata alam sendiri merupakan sektor yang vital bagi perekonomian di kabupaten yang bertetangga dengan Kota Palu itu. Upaya pemulihan dengan manajeman pengelolaan yang adaptif protokol kesehatan dan teknologi jadi salah satu solusi yang diharapkan membangkitkan sektor andalan PAD Sigi yang sedang lesu tersebut.

“Padahal sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar di Sigi. Saat ini sebulan paling tinggi 200 orang yang berkunjung,” Diah memungkasi.

Perhimpunan Pelajar Indonesia Digandeng Sandiaga Uno Promosikan Pariwisata

Perhimpunan Pelajar Indonesia Digandeng Sandiaga Uno Promosikan Pariwisata

Pelatihan Pariwisata – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air kepada khalayak internasional.

Dalam audiensi PPI dunia yang digelar secara online, Sandiaga mengatakan ada sekitar 50 ribu pelajar Indonesia di seluruh dunia, sehingga diharapkan dapat berkontribusi untuk negara.

Sandy mengatakan pada siaran pers, Selasa (20/7/2021).: “Saya yakin dengan pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh dari luar negeri, kita dapat mengembangkan keterampilan lintas budaya dan mengembangkan jaringan internasional. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk mentransformasi Indonesia untuk kolaborasi, adaptasi dan inovasi untuk memaksimalkan Memanfaatkan peluang yang ada.

Menurutnya, Pelajar merupakan duta Merah Putih di dunia Internasional perlu membangun narasi positif terkait Indonesia, terutama untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif negara.

“Seperti disebutkan di New York Times, Indonesia saat ini menjadi pusat penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, tetapi kita perlu menjelaskan bahwa kita semua bekerja keras untuk menerapkan prosedur kesehatan yang ketat dan disiplin, memperluas vaksinasi, testing dan tracing yang ditingkatkan” tambahnya.

“Khusus sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah menginisiasi sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environmental Sustainability) dan mendorong jumlah vaksinasi hingga 2 juta dosis per hari.”

Selain itu, ia mengingatkan anggota PPI di seluruh dunia untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Sebagai aset bangsa, jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Karena untuk bisa berkontribusi bagi negara, kalian harus sehat,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya menambahkan, para anggota PPI dunia harus terus menggaungkan konten-konten untuk membangun kepercayaan pasar bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Konten ini bisa diunduh di situs Indonesia.travel karena pascapandemi Covid-19, yang menjadi perhatian pasar terhadap sektor pariwisata bukan keindahan alam ataupun budaya, tetapi faktor kesehatan,” kata Nia.

Tidak Ada Lonjakan Wisatawan di Kota Malang, Walau Libur Panjang Paskah

Tidak Ada Lonjakan Wisatawan di Kota Malang, Walau Libur Panjang Paskah

Pelatihan Pariwisata – Saat libur panjang paskah tahun 2021, Pemerintah Kota Malang tidak mencatat lonjakan jumlah wisatawan, meski mengalami peningkatan, namun jumlah wisatawan ke Kota Malang masih lebih rendah dari perkiraan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Ida Ayu Made Wahyuni. Ida mengatakan, karena adanya Surat Edaran Menteri Pan-RB Nomor 7 tahun 2021, menyebabkan tidak ada lonjakan kunjungan wisatawan.

Surat tersebut meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) selama masa libur Paskah Jumat hingga Minggu (2-4 April 2021), tidak bepergian ke luar daerah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Ada mengatakan pada hari Sabtu (3/4/2021): “Biasanya kalau mereka (pengelola hotel) mendapat tamu lebih banyak, karena ada pengumuman, ramalannya turun.”

Ida mengatakan, volume kendaraan memang memingkat dari hari biasanya. Namun hal itu disebabkan karena Malang merupakan akses utama mobilitas warga. “Kalau jalan-jalan penuh ya. Karena Kota Malang ini center, pintu gerbang. Orang yang dari Blitar ke Surabaya lewat Malang,” ujar dia.

Sementara itu, secara umum aktivitas wisata di Kota Malang sudah mulai tumbuh. Sejumlah hotel yang semula sepi pengunjung, kini sudah mulai meningkat. Wisata tematik yang berbasis pada kampung di Kota Malang juga mulai dikunjungi wisatawan.

“Sekarang ini pergerakan untuk wisatawan yang di hotel sudah mulai merangkak naik karena banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah sudah dilaksanakan di hotel-hotel,” tutur ida.

Untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya meminta supaya pengelola wisata benar-benar menerapkan 6M yang menjadi protokol kesehatan Covid-19.

6 M itu yakni mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga imunitas tubuh. “Hotel-hotel kita juga banyak yang mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” sambung dia.

Cukup pakai hasil tes GeNose, Anda bisa berwisata ke Yogyakarta

Cukup pakai hasil tes GeNose, Anda bisa berwisata ke Yogyakarta

Pelatihan Pariwisata – Libur panjang paskah pada awal April 2021 menyebabkan jalanan Yogyakarta mulai dipenuhi kendaraan dari luar daerah. Namun, pengunjung di luar daerah harus melengkapi dengan surat tes Covid-19 dengan hasil negatif.

Singgih Raharjo, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih dilaksanakan.

Wisatawan yang hendak masuk ke DIY harus menaati ketentuan tersebut.

Ujar Singgih pada Jumat (2/4/2021): “Selama PPKM belum dihapuskan hingga saat ini, pemudik tetap menggunakan syarat antigen. Itu tetap berlaku.”

Singgih melanjutkan, sertifikat quick test harus dibawa selama perjalanan di daerah DIY, dan hasilnya harus negatif, yang juga syarat untuk menginap di hotel. “Persyaratan itu kan diwajibkan untuk pelaku perjalan dari luar daerah. Kalau dalam daerah sendiri tidak,”

Bisa Menggunakan GeNose

Mulai 1 April 2021, tidak hanya hasil rapid antigen test atau PCR yang digunakan. Wisatawan juga bisa membawa hasil GeNose C-19 karena telah digunakan sebagai syarat perjalanan di stasiun atau bandara.

Singgih menambahkan: “Sejak 1 April, di Bandara YIA (GeNose) sudah mulai berlaku dan jika naik kereta juga. Saya rasa ini juga bisa menjadi bagian dari skiring itu sendiri.”

Ia melanjutkan, selama libur panjang ini, wisatawan berbondong-bondong ke Yogyakarta. Apalagi Ramadhan akan segera datang, sehingga banyak warga yang pulang sebentar untuk sholat atau berziarah di kuburan.

“Saya melihat di hari ini kan libur nasional itukan bertepatan dengan menjelang Ramadhan, saya belum cek visiting Jogja ya. Tapi saya melihat di jalan itu sudah terjadi peningkatan (jumlah kendaraan). Mungkin pada nyadran,” sambung Singgih.

“Kemarin sudah mulai terasa itu. Tapi saya belum cek lagi di visiting Jogja. Biasanya kalau trennya visiting Jogja itu di Sabtu Minggunya jadi peaknya di minggunya biasanya,” imbuhnya.

Singgih menambahkan, perkirakan jumlah wisatawan yang masuk akan bertambah sejak kemarin. Menurut data Visiting Jogja, jika ada libur panjang, puncaknya pada Sabtu atau Minggu.

Dia menambahkan: “Saya mulai merasakan hal seperti ini kemarin. Tapi saya belum cek lagi di visiting Jogja. Kalau trennya ke Jogja pada hari Sabtu, tapi biasanya hari Minggu itu puncaknya.”