Category Archives: Pelatihan Manajemen Homestay

Majukan Pariwisata, Pemkot Kendari Adakan Pelatihan Pariwisata

Majukan Pariwisata, Pemkot Kendari Adakan Pelatihan Pariwisata

Pelatihan Pariwisata– Mendukung pariwisata yang terpuruk sejak adanya pandemi Covid-19, Pemkot Kendari melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari mengadakan Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan yang dihadiri oleh pengelola destinasi pariwisata, pengelola desa/kampung wisata, pengelola daya tarik wisata, pelaku usaha sektor pariwisata dan masyarakat umum. Berlangsung di salah satu hotel di Kendari, kegiatan ini diadakan selama tiga hari, 7- 9 September 2021.

Wali Kota Kendari berharap kedepannya pengembangan pariwisata di Kota Kendari makin baik dan peserta mampu menyerap materi-materi yang disajikan oleh pemateri dengan standar kualifikasi yang profesional.

“Meskipun saya tahu pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk akibat pandemi Covid 19, namun perlahan kita coba bangkit kembali dan momentum seperti ini dijadikan modal untuk dunia kepariwisataan Kota Kendari yang lebih maju meski dengan suasana agak berbeda karena tetap penerapan standar protokol kesehatan diutamakan,” ungkap Sulkarnain ketika ditemui wartawan Kendari Kota.

Kegiatan dengan protocol Kesehatan yang ketat, pelatihan ini menyajikan sejumlah materi penting dalam hal branding, pemasaran dan penjualan pada Desa/kampung Wisata, Homestay/pondok wisata, wisata kuliner, souvenir dan fotografi.

GAIRAHKAN PARIWISATA DI ERA PANDEMI, PEMKAB BANDUNG ADAKAN PELATIHAN HOMESTAY

 

GAIRAHKAN PARIWISATA DI ERA PANDEMI,

PEMKAB BANDUNG ADAKAN PELATIHAN HOMESTAY

Pembukaan pelatihan pengolaan homestay wisata Kabupaten Bandung Barat di The Radiant Villas Lembang, Rabu 1 September 2021

Pelatihan Pariwisata – Bekerjasama dengan Kemenparekraf/Barekraf, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat mengadakan pelatihan pengelolaan homestay dengan melibatkan stakeholder.

Berlangsung selama tiga hari pada 1-3 September 2021 di Radiant Villas & Function Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kegiatan pelatihan ini diikuti 40 peserta yang berasal dari unsur pengelola homestay, kelompok sadar wisata dan komunitas pariwisata. Pelatihan ini juga melibatkan Yani Adiiani,S.T ,M.P,Par dari Institut Teknologi Bandung, OR Diana Simanjuntak, M.SI dari STIEPAR YAPARI AKTRIPA Bandung, Dr.Itto Turyandi,S.IP.,M,A.P dari Universitas Al-Ghifari, dan  Lia Afriza, SE,M.M dari STIEPAR YAPARI AKTRIPA Bandung menjadi narasumber.

Ketua Panitia Penyelenggara, David Oot  berharap dengan adanya pelatihan pengelolaan homestay memberikan pengaruh positif bagi pelaku usaha di masa pandemi.

“Selama Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama setahun lebih, secara otomatis berpengaruh besar terhadap homestay. Oleh karena itu, melalui kegiatan pelatihan semacam ini bisa memberikan penyegaran bagi para pengelolanya. Sehingga begitu pandemi berlalu dan objek wisata dibuka kembali, homestay sudah siap menerima wisatawan kembali.” Ujarnya pada hari kedua pelatihan, Kamis 2 September 2021.

Lanjutnya, David juga berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kepariwisataan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengelolaan homestay. Di samping itu, pelatihan homestay ini juga dapat memperbaiki kualitas pelayanan kepariwisataan dan diharapkan bisa membawa perubahan pada wajah destinasi wisata.

Pelatihan Manajemen Homestay Berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)

 

Pelatihan Homestay Berbasis SKKNI

Pelatihan Manajemen Homestay Berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) -Homestay saat ini merupakan salah satu strategi dari pemerintah untuk menggalakkan pariwisata berbasis masyarakat. Secara umum tidak hanya bisnis homestay, bisnis pariwisata saat ini semakin menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masayarakat. Menurut Undang—undang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan pasal 14 terdapat 14 jenis usaha jasa di bidang pariwisata. Salah satu usaha jasa pariwisata adalah layanan akomodasi atau tempat menginap termasuk didalamnya adalah homestay. Sebenarnya usaha akomodasi terdapat beberapa jenis yaitu homestay, wisma, dan hotel (melati ataupun berbintang). Perkembangan usaha akomodasi tersebut tentunya akan mendukung berkembangnya kegiatan pariwisata destinasi wisata. Salah satu daya tarik wisata yang berkembang saat ini adalah wisata pedesaan atau desa wisata. Desa wisata merupakan suatu sebuah kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata yang merupakan integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan   tata cara dan tradisi yang berlaku (Nuryanti, Wiendu. 1993). Wisatawan dapat menikmati atraksi dan kehidupan masyarakat dengan tinggal bersama dengan masyarakat. Oleh karena itu, sebagian penduduk di desa wisata telah menyiapkan rumah tinggalnya sebagai homestay bagi wisatawan.

Continue reading