Category Archives: Pelatihan Pariwisata

PERCEPAT PEMULIHAN PARIWISATA, PEMKAB KUDUS ADAKAN PELATIHAN SANITASI

PERCEPAT PEMULIHAN PARIWISATA, PEMKAB KUDUS ADAKAN PELATIHAN SANITASI

 

Pelatihan Kebersihan Pariwisatan di Demak

Pelatihan Pariwisata – Guna mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dan meningkatkan motivasi, pengetahuan, dan kemampuan pengelola desa wisata dan obyek wisata, Pemerintah Kudus mengadakan pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah di destinasi wisata.

Pelatihan ini diadakan selama tiga hari, 14-16 September 2021 dengan diikuti peserta yang berasal dari pengelola desa wisata, pengelola daya tarik wisata serta kelompok sadar wisata dan penggerak pariwisata.

“Selain mendapatkan teori peserta juga akan melakukan pembelajaran outing class di destinasi wisata. Sehingga mendapatkan pelajaran dan pengalaman penyelenggaraan pengelolaan kebersihan lingkungan wisata”, Kata Agus Kriyanto¸Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak

Pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah ini menghadirkan narasumber dari DinLH, akademisi di bidang pariwisata, praktisi usaha kawasan pariwisata yang telah berkompeten dibidang ini.

Majukan Pariwisata, Pemkot Kendari Adakan Pelatihan Pariwisata

Majukan Pariwisata, Pemkot Kendari Adakan Pelatihan Pariwisata

Pelatihan Pariwisata– Mendukung pariwisata yang terpuruk sejak adanya pandemi Covid-19, Pemkot Kendari melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari mengadakan Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan yang dihadiri oleh pengelola destinasi pariwisata, pengelola desa/kampung wisata, pengelola daya tarik wisata, pelaku usaha sektor pariwisata dan masyarakat umum. Berlangsung di salah satu hotel di Kendari, kegiatan ini diadakan selama tiga hari, 7- 9 September 2021.

Wali Kota Kendari berharap kedepannya pengembangan pariwisata di Kota Kendari makin baik dan peserta mampu menyerap materi-materi yang disajikan oleh pemateri dengan standar kualifikasi yang profesional.

“Meskipun saya tahu pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk akibat pandemi Covid 19, namun perlahan kita coba bangkit kembali dan momentum seperti ini dijadikan modal untuk dunia kepariwisataan Kota Kendari yang lebih maju meski dengan suasana agak berbeda karena tetap penerapan standar protokol kesehatan diutamakan,” ungkap Sulkarnain ketika ditemui wartawan Kendari Kota.

Kegiatan dengan protocol Kesehatan yang ketat, pelatihan ini menyajikan sejumlah materi penting dalam hal branding, pemasaran dan penjualan pada Desa/kampung Wisata, Homestay/pondok wisata, wisata kuliner, souvenir dan fotografi.

Dana Bantuan Pariwisata Cair, Sandiaga Uno Percepat Penyalurannya

Dana Bantuan Pariwisata Cair, Sandiaga Uno Percepat Penyalurannya

Pelatihan Pariwisata – Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menerima bantuan dana pemulihan ekonomi (PEN) untuk sektor pariwisata sebesar Rp. 2,4 triliun. Sandiaga memastikan dana tersebut akan segera didistribusikan kepada para pelaku sektor parekraf yang terdampak Covid-19.

Sandiaga juga mengungkapkan, Presiden, menginstruksikan untuk mempercepat penyaluran dana bantuan ini dan tidak sampai terhenti oleh birokrasi. Ia  mengungkapkan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) untuk penyaluran dana tersebut.

Untuk tahap ini, terdapat beberapa program penyaluran antara lain Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Bangga Buatan Indonesia (BBI), sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environmental Sustainability), pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk subsector film, dukungan akomodasi hotel bagi tenaga kesehatan, serta Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pemerintah (BPUP). Sandiaga berharap, penyaluran dana bantuan pariwisata tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dia juga mengatakan, saat ini dukungan akomodasi hotel terus berjalan, dan khusus untuk tenaga kesehatan, saat ini suratnya telah masuk ke KPC PEN.

Sandiaga menyebutkan, bantuan dana PEN untuk sektor pariwisata ini tahun lalu memang dijalankan dengan konsep dana hibah. Namun, atas masukan KCP PEN, dana tersebut diarahkan untuk diberikan kepada usaha-usaha, khususnya di sektor pariwisata agar tidak terjadi PHK kepada karyawan. “Atas masukan teman-teman di PEN, mengarahkan kita untuk memberikan bantuan ke usaha-usaha, agar tidak mem-PHK karyawan. Jadi, bukan hanya diberikan kepada sektor hotel dan restoran, melainkan harus ada penyelarasan dengan data yang didapat dari para kepala dinas, baik provinsi maupun kabupaten kota,” jelas dia.

Pengelolaan 2 Lokasi Wisata di Sigi, Sulawesi Tengah Bakal Berbasis Digital Demi Cegah Penularan Covid-19

Pengelolaan 2 Lokasi Wisata di Sigi, Sulawesi Tengah Bakal Berbasis Digital Demi Cegah Penularan Covid-19

Pelatihan Pariwisata – Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke sektor pariwisata termasuk di Kabupaten Sigi , Sulawesi Tengah. Sejak pertengahan tahun 2020 beberapa objek wisata andalan kabupaten itu sepi pengunjung. Selain karena kebijakan buka tutup sesuai dengan situasi pandemi, berwisata juga ditakutkan warga meningkatkan risiko tertular virus tersebut.

“Ini bisa mencegah transaksi tunai yang membuat kontak fisik terjadi,” Kadis Pariwisata Sigi, Diah Agustiningsih menjelaskan, usai penandatanganan kerja sama antara Bank Mandiri Area Palu dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi untuk pelayanan pembayaran non tunai (cashless) Objek Wisata, Jumat (9/7/2021).

Dengan kerja sama itu, pembayaran di objek wisata yang dikelola Pemkab Sigi nantinya bisa melalui akses barcode atau Quick Respons Indonesian Standart (QRIS) yang didukung Bank Mandiri, termasuk mesin edisi untuk memudahkan pembayaran di objek wisata.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga merintis pengelolaan berbasis digital dengan menggandeng perbankan untuk menyediakan layanan pembayaran cashless atau non tunai di dua destinasi wisata, yakni Pemandian Air Panas Bora dan Wayu Paraglider, sehingga meminimalisir penyebaran risiko Covid-19.

Dengan begitu, risiko penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. Selain itu, akuntabilitas pengelolaan keuangan dapat dijaga melalui pencatatan digital.

“Hal ini mencegah transaksi tunai dari kontak fisik,” Diah Agustiningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sigi menjelaskan setelah Bank Mandiri Area Palu dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi menandatangani kerjasama layanan pembayaran non tunai (cashless) untuk objek wisata, Jumat (9) /09) 7/2021).

Melalui kerja sama ini, pembayaran tempat wisata yang dikelola Pemkab Sigi akan dapat mengakses barcode yang didukung oleh Bank Mandiri atau Quick Response Indonesian Standards (QRIS), termasuk versi mesin yang digunakan untuk memudahkan pembayaran tempat wisata.

“Pemakaian aplikasi jasa pemesanan makanan/minuman melalui Digiresto maupun aplikasi lainnya juga akan didorong,” Head Area Bank Mandiri Palu, Zuhri mengatakan.

Selain pertanian, pariwisata terutama wisata alam sendiri merupakan sektor yang vital bagi perekonomian di kabupaten yang bertetangga dengan Kota Palu itu. Upaya pemulihan dengan manajeman pengelolaan yang adaptif protokol kesehatan dan teknologi jadi salah satu solusi yang diharapkan membangkitkan sektor andalan PAD Sigi yang sedang lesu tersebut.

“Padahal sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar di Sigi. Saat ini sebulan paling tinggi 200 orang yang berkunjung,” Diah memungkasi.

Perhimpunan Pelajar Indonesia Digandeng Sandiaga Uno Promosikan Pariwisata

Perhimpunan Pelajar Indonesia Digandeng Sandiaga Uno Promosikan Pariwisata

Pelatihan Pariwisata – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air kepada khalayak internasional.

Dalam audiensi PPI dunia yang digelar secara online, Sandiaga mengatakan ada sekitar 50 ribu pelajar Indonesia di seluruh dunia, sehingga diharapkan dapat berkontribusi untuk negara.

Sandy mengatakan pada siaran pers, Selasa (20/7/2021).: “Saya yakin dengan pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh dari luar negeri, kita dapat mengembangkan keterampilan lintas budaya dan mengembangkan jaringan internasional. Hal ini dapat kita manfaatkan untuk mentransformasi Indonesia untuk kolaborasi, adaptasi dan inovasi untuk memaksimalkan Memanfaatkan peluang yang ada.

Menurutnya, Pelajar merupakan duta Merah Putih di dunia Internasional perlu membangun narasi positif terkait Indonesia, terutama untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif negara.

“Seperti disebutkan di New York Times, Indonesia saat ini menjadi pusat penyebaran Covid-19 di seluruh dunia, tetapi kita perlu menjelaskan bahwa kita semua bekerja keras untuk menerapkan prosedur kesehatan yang ketat dan disiplin, memperluas vaksinasi, testing dan tracing yang ditingkatkan” tambahnya.

“Khusus sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah menginisiasi sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environmental Sustainability) dan mendorong jumlah vaksinasi hingga 2 juta dosis per hari.”

Selain itu, ia mengingatkan anggota PPI di seluruh dunia untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Sebagai aset bangsa, jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Karena untuk bisa berkontribusi bagi negara, kalian harus sehat,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya menambahkan, para anggota PPI dunia harus terus menggaungkan konten-konten untuk membangun kepercayaan pasar bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Konten ini bisa diunduh di situs Indonesia.travel karena pascapandemi Covid-19, yang menjadi perhatian pasar terhadap sektor pariwisata bukan keindahan alam ataupun budaya, tetapi faktor kesehatan,” kata Nia.