Category Archives: Pelatihan Pariwisata

Palembang: Tarif Penerbangan Naik, Harga Wisata Berubah

Berkaitan dengan perubahan tarif maskapai penerbangan, yang telah dilakukan berbagai maskapai. Hal tersebut juga berdampak pada harga wisata yang ada di Palembang. Hal tersebut dikemukakan Jimmy karyawan Holiday Tour, mengatakan, perubahan tarif maskapai belum semuanya terjadi. Lion Air masih menerapkan tarif lama, yakni harga terendah masih Rp 352 ribu dan harga tertinggi masih Rp 909 ribu.Namun untuk Sriwijaya Air telah mengalami kenaikan dengan harga tertinggi Rp 1.012.000,- dan harga terendah berkisar Rp 500 ribuan. Namun rating harga tersebut dalam kondisi normal, harga setiap hari dapat berubah karena sistem yang berjalan.

Continue reading

Defisit Neraca Transaksi Jasa Bisa Diredam Sektor Pariwisata

Defisit neraca jasa terlihat melebar 10,55 persen menjadi 11,42 miliar dollar AS pada tahun 2013 dibandingkan 10,33 miliar dollar AS pada tahun 2012. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakam defisit neraca jasa kurang banyak disorot, tapi sebenarnya kondisinya parah. Defisit ini terjadi lebih lama dibandingkan defisit neraca barang. “Perkembangan defisit neraca jasa tidak membaik. Negara-negara Asean lain juga sama-sama defisit, kecuali Filipina. Defisit Indonesia yang terbesar dan trennya tidak ada perubahan. Negara-negara lain defisitnya lebih kecil, tapi ada tren perbaikan,” kata Faisal, Rabu (26/2/2014).

Continue reading

Diklat Manajemen Seni Pertunjukan Pariwisata

Diklat Pelatihan Manajemen Seni Pertunjukan Pariwisata- Tidak hanya kekayaan alam saja Indonesia akan berbagai daya tarik wisata budaya dan kesenian. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki berbagai suku bangsa yang menjadikan setiap daerah mempunyai ciri khas budaya yang unik. Dari satu daerah saja dapat mempunyai produk budaya yang beragam. Misalnya masyarakat Toraja, disamping terkenal dengan arsitektur bangunannya yang unik juga mempunyai adat untuk menguburkan jenasah di tebing bukit maupun di goa-goa. Hal yang sama juga dapat dilihat di masyarakat jawa, tradisi Gerebeg, Tari Srimpi, Keraton merupakan produk budaya yang menarik. Produk budaya seperti adat istiadat, kesenian daerah, arsitektur, bahasa, tarian serta produk budaya lainnya sampai saat ini tetap dilestarikan oleh masyarakat.

Continue reading

Pelatihan Teknik Pembinaan Kelompok Sadar Wisata

Diklat Pelatihan Teknik Pembinaan Kelompok Sadar Wisata-Kelompok Sadar Wisata atau disingkat Pokdarwis merupakan kelompok swadaya dan swakarsa yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat serta bertujuan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata daerah dan mensukseskan pembangunan pariwisata nasional. Dengan demikian kelompok sadar wisata merupakan kelompok yang tumbuh atas inisiatif dan kemauan serta kesadaran masyarakat sendiri guna ikut berpartisipasi aktif memelihara dan melestarikan berbagai obyek dan daya tarik wisata dalam rangka meningkatkan pembangunan kepariwisataan di daerah.

Pembangunan kepariwisataan diarahkan kepada peningkatan pariwisata menjadi sektor andalan yanag mampu menggalang kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sektor lain yang terkait sehingga lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah dan negara serta penerimaan devisa meningkat . Pembangunan kepariwisataan merupakan kegiatan lintas sektoral, karena itu suksesnya pembangunan kepariwisataan nasional dan daerah sangat ditentukan oleh adanya dukungan serta partisipasi aktif sseluruh lapisan masyarakat, baik unsur pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat lainnya.

Continue reading

Pelatihan Manajemen Krisis Pariwisata, Yogyakarta

Pelatihan Manajemen Krisis Pariwisata-Indonesia terkenal terletak dikawasan ring of fire atau dikelilingi oleh gunung berapi. Kondisi ini membuat negara ini rentan terhadap adanya bencana alam. Selain bahaya gunung berapi di Indonesia juga rawan terhadap gempa bumi, tanah longsor ataupun banjir. Kondisi tersebut tentunya juga berpengaruh pada industri pariwisata. Wisatawan tentunya tidak mengharapkan pada saat melakukan kegiatan berwisata terganggu terjadinya bencana alam.  Contoh terakhir adalah efek dari letusan Gunung Kelud. Beberapa bandara ditutup sehingga akses masuk wisatawan menjadi terbatas. Selain itu, hotel – hotel juga mengalami kerugian karena wisatawan batal datang.
Continue reading

Pariwisata di Sleman Merugi Rp 2 Miliar Per Hari Akibat Erupsi

Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kerugian sekitar Rp 2 miliar per hari akibat hujan abu vulkanis erupsi Gunung Kelud sejak pekan lalu. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmi Dewi, Kamis, mengatakan, dampak hujan abu vulkanis Gunung Kelud yang menimpa berbagai objek wisata di Sleman hampir 50 persen dari kerugian sektor pariwisata yang dialami Daerah Istimewa Yogyakarta.”Kerugian yang menimpa industri pariwisata Sleman kurang lebih sekitar 50 persen dari kerugian total DIY yaitu sebesar Rp 2 miliar rupiah setiap harinya,” kata dia. Menurut dia, dengan dibukanya Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada Rabu 19 Februari 2014 industri wisata di Kabupaten Sleman mulai bergerak kembali. “Meskipun demikian tingkat hunian hotel di wilayah Sleman masih mengalami penurunan,” katanya. Ia mengatakan, dampak serupa juga dialami restoran yang ada di wilayah Sleman, dimana tingkat kunjungan juga mengalami penurunan yang sangat signifikan, terutama pada restoran yang terbuka karena terganggu dengan abu vulkanis. “Diharapkan pada Jumat 21 Februari 2014 seluruh objek wisata sudah dapat beraktifitas secara normal,” katanya. Ayu mengatakan, saat ini Pemkab Sleman dan masyarakat terus menerus membersihkan abu vulkanis tersebut agar segera aktivitas berjalan dengan normal kembali.”Kami berharap target kunjungan wisata ke Sleman tidak turun, target untuk 2014 adalah 3,6 juta. Untuk itu diperlukan kerja keras semua pihak untuk agar dapat segera normal kembali. Pada 2013 kontribusi PAD dari sektor pariwisata adalah sebesar 14,5 persen dari total PAD yaitu Rp 473 miliar,” katanya.