Category Archives: Pelatihan Pariwisata

Pelatihan Standar Perijinan Usaha Pariwisata dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) bagi aparatur pemerintahan

Pelatihan/Diklat Pariwisata-Sesuai amanat UU No 10 tahun 2009 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) serta pertumbuhan usaha jasa di bidang pariwisata saat ini yang semakin meningkat. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena pariwisata merupakan bidang usaha yang menguntungkan. Kebutuhan jasa di bidang pariwisata mulai dari daya tarik wisata, transportasi, makan dan minum, sampai dengan jasa penginapan. Dampaknya positifnya adalah wisatawan diberikan berbagai macam alternatif pilihan yang disesuaikan dengan selera dan tentunya adalah kantongnya.
Continue reading

Pelatihan Service Excellence Bagi Petugas Keamanan dan Petugas Tiket di Pintu Masuk Daya Tarik Wisata

 PELATIHAN SERVICE EXCELLENCE BAGI PETUGAS KEAMANAN  DAN PETUGAS TIKET MASUK DI DAYA TARIK WISATAKegiatan yang dilakukan oleh wisatawan selama berwisata di daya tarik wisata sangat beragam. Adapun motivasi wisatawan adalah untuk berlibur dan bersenang-senang. Namun demikian, kadang tidak disadari bahwa kegiatan yang dilakukan dapat mengganggu ketertiban dan keamanan pengunjung lain dan objek wisata itu sendiri. Oleh karena itu, peran petugas keamanan di daya tarik wisata sangat dibutuhkan dalam  mengawasi dan memantau kegiatan wisatawan, keramaian sampai dengan fasilitas yang ada di daya tarik wisata. Kesigapan tenaga pengaman diperlukan dalam menghadapi situasi tersebut. Selain memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait dengan penanganan ketertiban dan keamanan, petugas keamanan juga berperan ganda. Tidak hanya sekedar mengamankan saja tetapi sudah mulai bergeser menjadi petugas informasi bagi wisatawan.

Continue reading

Pelatihan Pengelolaan Bisnis Agrowisata

Pelatihan Pengelolaan Bisnis Agrowisata

Bisnis Agrowisata saat ini merupakan daya tarik tersendiri di bisnis kepariwisataan yang secara filosophi sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kaum tani, dan meningkatkan kualitas alam pedesaaan. Selain itu, kondisi terkini beberapa komoditas buah-buahan, sayuran serta tanaman produktif lainnya mengalami penurunan seiring dengan dibukanya kran impor. Bisnis Agrowisata merupakan jawaban dari tantangan menurunnya bisnis komoditas pertanian dan perkebunan secara umum. Agrowisata diharapkan mampu menjadi strategi alternatif bagi para petani untuk dapat mengembangkan usahanya. Dibeberapa negara maju bahkan agrowisata ini menjadi pilar industri pertanian dan perkebunan. Dengan memanfaatkan kunjungan wisatawan ke kawasan agrowisata diharapkan dapat mendorong penjualan hasil-hasil produk pertanian dan perkebunan.

menjadi hunian yang benar-benar dapat diharapkan sebagai hunian yang berkualitas, memberikan kesempatan masyarakat untuk belajar kehidupan pertanian yang menguntungkan dan ekosistemnya. Agrowisata adalah jenis wisata yang didukung oleh masyarakat tani dari sisi penawaran para petani siap dengan produk mereka dan para wisatawan mengharapkan suguhan produk yang ditawarkan oleh wisatawan. Proses terjadinya produksi agrowisata adalah ketika terjadi “perkunjungan” yang mempertemukan antara penawaran dan permintaan.

Continue reading

Pelatihan Tanggap Bencana Dan Kondisi Darurat Pariwisata Angkatan 3 – 5

Pelatihan Tanggap Bencana Dan Kondisi Darurat PariwisataIndonesia tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya yang indah tetapi juga merupakan wilayah bencana alam. Terkenal dengan sebutan Ring of Fire akibat memiliki gunung berapi terbanyak di dunia, wilayahnya juga  terletak di pertemuan beberapa patahan benua, menyebabkan Indonesia memang rentan dengan bencana gempa bumi, gunung meletus dan Tsunami. Jika terjadi bencana alam, akibatnya sangat berpengaruh dengan jumlah kedatangan wisatawan. Seperti November 2010 lalu, saat Gunung Merapi memuntahkan materialnya dari kawahnya dan asapnya sampai ke Jawa Barat, angka kunjungan pariwisata di DIY  jadi turun hingga 80 %. Begitu juga Mentawai, Pangandaran dan daerah tujuan wisata lainnya yang sempat terkena bencana alam.

Bencana datang tidak mengenal waktu dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Bahkan dapat terjadi ketika kita sedang melakukan kegiatan wisata. Bencana dapat terjadi dari faktor alam dan faktor lainnya. Faktor alam dapat berupa gempa bumi, gunung meletus, tsunami ataupun tanah longsor. Adapun bencana selain disebabkan oleh alam misalnya, runtuhnya bangunan, kebakaran dan lain sebagainya.Bagi daya tarik wisata, pengelola diharapkan mempunyai sumber daya yang tanggap terhadap bencana tersebut sehingga mampu meminimalisasi korban. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan dan kepekaan dalam menghadapi adanya bencana atau keadaan darurat. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman terhadap resiko dari semua potensi keadaan darurat yang mungkin terjadi, dan menyusun rencana kesiagaan dan tanggap darurat untuk memastikan bahwa organisasi memiliki kesiagaan yang memadai dalam menghadapi suatu insiden atau keadaan yang tidak diharapkan Continue reading