Tag Archives: pelatihan

Pelatihan Pengembangan Wisata Kesehatan (Berobat)

Pelatihan Pengembangan Wisata Kesehatan (Berobat)

Pelatihan Wisata Kesehatan

Pelatihan Pengembangan Wisata Kesehatan (Berobat) -Kesehatan dan berobat saat ini menjadi kebutuhan banyak orang ditengah trend hidup sehat.  Wisata kesehatan di dunia saat ini cenderung meningkat. Di Indonesia sendiri program wisata kesehatan Indonesia Wellness and Healthcare Tourism (IWHT) telah diluncurkan pada 2012 lalu di Nusa Dua Bali. Diharapkan akan terjadi peningkatan pengeluaran wisata kesehatan yang pada tahun 2012 yang lalu bisa mencapai  USD100 milliar per tahun. Dalam upaya mendukung program wisata kesehatan tersebut, pemerintah sudah mengembangkan rumah sakit yang bisa melayani wisata kesehatan di Indonesia. Kelima rumah sakit dimaksud berada di Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Manado dan kemungkinan besar rumah sakit semacam ini akan terus dikembangkan di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Pengembangan tersebut tentunya  sebagai upaya dalam mengurangi warga Negara Indonesia yang berobat ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia dan Australia. Jika dalam setiap berobat keluar negeri mengeluarkan biaya 10 juta saja untuk berobat, belum termasuk bisaya akomodasi dan biaya lainnya tentunya akan meningkatkan kesejahteraan Negara lain.

Continue reading

Pelatihan Pengelolaan Wisata Lansia (Senior Tourism)

Pengelolaan Wisata Lansia

Pelatihan Pengelolaan Wisata Lansia (Senior Tourism) – Potensi lansia di negara-negara maju untuk mengadakan wisata sangatlah tinggi. Wisata lansia sangatlah spesifik dan membutuhkan kecermatan dan keterampilan dalam menyusunnya mengingat lansia memiliki kebutuhan yang khusus. Untuk berwisata tidak hanya ditujukan bagi kaum muda saya, melainkan dari usia balita sampai dengan usia lanjut. Saat ini sedang trend wisata khususnya bagi wisatawan lanjut usia. Usia memang boleh lanjut tapi minat untuk berwisata sangat besar dan biasanya wisatawan lanjut usia rata—rata sudah mapan secara finansial. Sehingga tingkat pengeluaran wisatawan akan besar dan tentunya hal ini merupakan profit bagi pengelola usaha jasa pariwisata.Selain itu, wisatawan lansia merupakan wisatawan yang berkualitas. Adapun ciri – ciri wisatawan yang berkualitas Menurut Pitana (2002) adalah memiliki pengeluaran yang tinggi (high spending power) termasuk pengeluaran per hari dan lama tinggal di suatu destinasi; menghormati budaya serta masyarakat lokal (appreciation to local culture); dan menghormati lingkungan (appreciation to environment).  Namun demikian, wisatawan lansia dibatasi pada kualitas fisiknya sehingga aktivitas dan daya tarik wisata disesuaikan dengan kekuatan dan daya tahan fisiknya.

Continue reading

Pelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan SDM Pariwisata

Pelatihan Kebutuhan Diklat SDM PAriwisataPelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan SDM Pariwisata

Pelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan – Diklat, Bimbingan Teknis atau sosialisasi pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.  Secara umum kebutuhan Diklat, Bimbingan Teknis atau sosialisasi  di bidang kepariwisataan memang sangat penting untuk mendorong penguatan kelembagaan pariwisata dan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari destinasi pariwisata.. Hampir disetiap daerah di Indonesia sektor pariwisata turut andil dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).  Usaha jasa pariwisata mulai dari urusan makan, tidur sampai dengan oleh–oleh diperlukan oleh wisatawan. Bagi pelaku bidang pariwisata baik swasta ataupun pemerintah tentunya memerlukan perencaan agar usaha atau program kegiatan  dapat berjalan dengan baik. Perencanaan tidak hanya program ataupun kegiatan saja, melainkan juga dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Bagi pengusaha peningkatan kapasitas dan kualitas SDM diperlukan untuk tetap menjaga kualitas layanan kepada wisatawan. Sedangkan bagi pegawai pemerintahan selain untuk meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan juga diharapkan mampu  memberikan layanan kepada masyarakat.

Continue reading

Anggaran Promosi Pariwisata Dipangkas Rp62,6 Miliar

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata-Anggaran promosi pariwisata Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dipangkas sebesar Rp. 62,616 miliar, menjadi hanya Rp373,025 miliar. “Jadi setelah penghematan dan pemotongan belanja, direktorat kami pagunya sebesar Rp373,025 miliar dari sebelumnya Rp435 miliar,” kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuty di Jakarta, Rabu. Kemenparekraf, tahun ini mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp1,7 triliun, kemudian dipangkas Rp197,222 miliar menjadi hanya Rp1,5 triliun.
Continue reading