Tag Archives: training

Pelatihan Manajemen Krisis Pariwisata, Yogyakarta

Pelatihan Manajemen Krisis Pariwisata-Indonesia terkenal terletak dikawasan ring of fire atau dikelilingi oleh gunung berapi. Kondisi ini membuat negara ini rentan terhadap adanya bencana alam. Selain bahaya gunung berapi di Indonesia juga rawan terhadap gempa bumi, tanah longsor ataupun banjir. Kondisi tersebut tentunya juga berpengaruh pada industri pariwisata. Wisatawan tentunya tidak mengharapkan pada saat melakukan kegiatan berwisata terganggu terjadinya bencana alam.  Contoh terakhir adalah efek dari letusan Gunung Kelud. Beberapa bandara ditutup sehingga akses masuk wisatawan menjadi terbatas. Selain itu, hotel – hotel juga mengalami kerugian karena wisatawan batal datang.
Continue reading

Pelatihan Pengelolaan Wisata Lansia, Yogyakarta Maret, Mei, Agustus, November

Pelatihan Pengelolaan Wisata Lansia[/wp_float]Diklat Pelatihan Pengelolaan Wisata Lansia-Untuk berwisata tidak hanya ditujukan bagi kaum muda saya, melainkan dari usia balita sampai dengan usia lanjut. Saat ini sedang trend wisata khususnya bagi wisatawan lanjut usia. Usia memang boleh lanjut tapi minat untuk berwisata sangat besar dan biasanya wisatawan lanjut usia rata—rata sudah mapan secara finansial. Sehingga tingkat pengeluaran wisatawan akan besar dan tentunya hal ini merupakan profit bagi pengelola usaha jasa pariwisata.Selain itu, wisatawan lansia merupakan wisatawan yang berkualitas. Adapun ciri – ciri wisatawan yang berkualitas Menurut Pitana (2002) adalah memiliki pengeluaran yang tinggi (high spending power) termasuk pengeluaran per hari dan lama tinggal di suatu destinasi; menghormati budaya serta masyarakat lokal (appreciation to local culture); dan menghormati lingkungan (appreciation to environment).  Namun demikian, wisatawan lansia dibatasi pada kualitas fisiknya sehingga aktivitas dan daya tarik wisata disesuaikan dengan kekuatan dan daya tahan fisiknya.

Continue reading

Pelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan, Yogyakarta, April, Juni, September dan November 2014

Pelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan | Jadwal Pelatihan Pariwisata 2018

Pelatihan Menyusun Program Diklat KepariwisataanPelatihan Menyusun Program Diklat Kepariwisataan-Usaha jasa di bidang pariwisata saat ini memang mempunyai prospek yang tinggi. Hampir disetiap daerah di Indonesia sektor pariwisata turut andil dalam menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).  Usaha jasa pariwisata mulai dari urusan makan, tidur sampai dengan oleh – oleh diperlukan oleh wisatawan. Bagi pelaku bidang pariwisata baik swasta ataupun pemerintah tentunya memerlukan perencaan agar usaha atau program kegiatan  dapat berjalan dengan baik. Perencanaan tidak hanya program ataupun kegiatan saja, melainkan juga dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Bagi pengusaha peningkatan kapasitas dan kualitas SDM diperlukan untuk tetap menjaga kualitas layanan kepada wisatawan. Sedangkan bagi pegawai pemerintahan selain untuk meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan juga diharapkan mampu  memberikan layanan kepada masyarakat.

Continue reading

Pelatihan Pengembangan Wisata Kesehatan (Berobat), Yogyakarta, Maret, Juni, Oktober

Pelatihan Diklat Bimtek Pariwisata di Yogyakarta -Tren wisata kesehatan di dunia saat ini cenderung meningkat. Di Indonesia sendiri program wisata kesehatan Indonesia Wellness and Healthcare Tourism (IWHT) telah diluncurkan pada 2012 lalu di Nusa Dua Bali. Diharapkan akan terjadi peningkatan pengeluaran wisata kesehatan yang pada tahun 2012 yang lalu bisa mencapai  USD100 milliar per tahun. Dalam upaya mendukung program wisata kesehatan tersebut, pemerintah sudah mengembangkan rumah sakit yang bisa melayani wisata kesehatan di Indonesia. Kelima rumah sakit dimaksud berada di Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Manado dan kemungkinan besar rumah sakit semacam ini akan terus dikembangkan di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Pengembangan tersebut tentunya  sebagai upaya dalam mengurangi warga Negara Indonesia yang berobat ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia dan Australia. Jika dalam setiap berobat keluar negeri mengeluarkan biaya 10 juta saja untuk berobat, belum termasuk bisaya akomodasi dan biaya lainnya tentunya akan meningkatkan kesejahteraan Negara lain.

Continue reading