Yogya Berharap ‘Berkah’ dari Boikot Warga China Wisata ke Malaysia

Diklat Pariwisata | Pelatihan Pariwisata |Training Pariwisata -Boikot warga China terhadap produk dan wisata di Malaysia diharapkan menjadi pemicu semakin banyaknya wisatawan dari negeri Tiongkok berkunjung ke Yogyakarta. “Harapan kita dengan gerakan boikot produk dan tempat wisata di Malaysia ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan China ke Yogyakarta,” kata Deddy Parnowo, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY kepada VIVAnews, Sabtu malam 29 Maret 2014 Meski belum memiliki data pasti jumlah kunjungan wisatawan dari negeri Tirai Bambu, Deddy mengaku sudah ada peningkatan kunjungan wisatawan dari China ini. “Kalau data pasti saya tidak pegang, namun beberapa hotel berbintang sudah banyak menerima tamu wisatawan dari negeri China,” kata dia. Deddy juga mengatakan libur panjang akhir pekan dan libur Hari Raya Nyepi ini menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha hotel berbintang maupun non bintang di Yogyakarta.

“Mulai tanggal 29, 30 hingga 31 Maret 2014, tingkat hunian hotel berbintang dan non bintang sudah di atas 90 persen. Bahkan kamar hotel di kawasan Malioboro sudah 100 persen terisi,” katanya

Lebih lanjut Deddy mengatakan kekhawatiran para pelaku wisata terhadap kampanye terbuka yang akan rusuh ternyata tidak terbukti, bahkan wisatawan tetap bertambah banyak.”Wisatawan tidak takut lagi terhadap agenda kampanye terbuka yang digelar oleh partai politik,” ujarnya.

Kasus menghilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 secara misterius turut berpengaruh terhadap pariwisata Negeri Jiran. Banyak turis asal Tiongkok yang menghindari pergi ke Malaysia.  Banyak warga Tiongkok menyerukan agar tidak mengunjungi lokasi pariwisata di Malaysia. Ancaman itu rupanya bukan sekedar isapan jempol belaka

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.