Ahok Larang Bawahannya Promosi Jakarta ke Luar Negeri

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata-Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok belubus tingkat pariwisatam bisa menuntaskan pemborosan anggaran yang terjadi di beberapa dinas di Pemprov DKI. Untuk meminimalisir hal itu, Ahok melarang Dinas Pariwisata dan UMKM untuk plesir ke luar negeri, meski untuk kebutuhan promosi.”Jadi gini, nggak boleh lagi nanti dinas wisata, promosi, UMKM dipromosi, kita mau satu paket nanti yang mana. Ini seperti dia nggak bisa menjual paket kita, cuma promosi-promosi ngabisin duit. Sampai kabid pariwisata itu nggak pulang-pulang dari luar negeri katanya promosi, ngapain gitu lho?” ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin 10 November 2014.

Menurut Ahok, cara konvensional dengan mendatangi satu per satu negara sudah tidak lagi sepenuhnya maksimal. Terlebih, teknologi internet dan media sosial saat ini sudah sangat pesat kemajuannya.

“Zaman sudah berubah, zaman dulu orang Taiwan mau ke sini harus bikin tim datang ke Jakarta. Sekarang tinggal cari di google. Nah model-model itu yang mau kita buat,” tegas Ahok.

Dia tidak ingin ada lagi promosi berlebihan seperti para kepala dinas ke luar negeri. Seharusnya, menurut Ahok, dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, tugas promosi dapat dilakukan di Jakarta.

“Nggak bisa lagi (ke luar negeri), musti dicoret semua. Kamu beresin di sini juga bisa. Orang beresin internet itu juga promosi kok. Kalau Jakarta bagus orang juga datang kok, nggak usah promosi, pakai mulut ke mulut saja,” tutup dia. (Sun)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.