Bagasi Lama dan Macet, Kendala Wisata MICE Indonesia

indo pavilionIndonesia memiliki beberapa destinasi wisata MICE (meeting, incentive, conference, event) yang tersebar di beberapa kota. Beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Bali, dan kota lain memiliki tempat yang dapat digunakan untuk wisata MICE. Namun, potensi wisata MICE tersebut masih dianggap kurang banyak diketahui oleh negara lain dan berkendala pada sektor pendukung.”Kita (Seoul) belum mengetahui convention hall MICE di Indonesia. Kita masih harus belajar lagi untuk tahu destinasi MICE di Indonesia,” kata Seoul Convention Bureau Head of MICE Marketing Team, Jin-Hyeok Park kepada KompasTravel beberapa waktu lalu di Jakarta.Selain itu, ketika Jin berkunjung ke Jakarta, ia mengaku keadaan lalu lintas dan bandara di Jakarta sangat menjadi kendala baginya. Saat ia menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta, Jin membutuhkan waktu hampir dua jam. Selain itu, pelayanan bagasi di bandara juga menjadi kendala.

“Saat itu, saya cukup lama menunggu bagasi datang untuk diambil. Itu menghambat jika wisatawan terburu-terburu karena mengejar waktu,” kata Jin.

Untuk pelayanan bagasi di bandara, Jin membandingkan dengan Bandara Internasional Incheon, Seoul. Ia mengatakan jika di Bandara Incheon, penumpang dapat mengambil bagasi tanpa harus menunggu. Hal ini yang menurutnya menjadi salah satu kemudahan bagi wisatawan ketika berkunjung ke suatu negara untuk berwisata.

Dalam segi fasilitas, Jin mengatakan tren dunia MICE harus dapat menyediakan fasilitas yang terpadu. Dengan konsep fasilitas yang terpadu, negara yang tujuan wisata MICE dapat bersaing di dunia.

“Sekarang, convention hall harus menyediakan hotel, atraksi wisata, hingga fasilitas transportasi yang terkait misalnya dengan bandara dalam satu lokasi,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.