Dinas Pariwisata Tak Adakan Bus Tingkat di Jalur ERP

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta tidak melakukan pengadaan bus tingkat gratis sepanjang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman memastikan bahwa bukan pihaknya yang mengusulkan pengadaan 50 bus tingkat ke dalam e-catalog (katalog elektronic). “Bukan Disparbud itu,” kata Arie, kepada Kompas.com, Kamis (17/7/2014).  Arie menambahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menyampaikan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) soal pengadaan bus tingkat gratis di sepanjang jalur berbayar.

Arie telah mengusulkan kepada Basuki agar pihak PT Transjakarta yang langsung melakukan pengadaan bus tingkat karena lebih berkompeten. Terlebih, bus tingkat wisata dan bus tingkat umum memiliki spesifikasi dan fungsi berbeda.  Bila bus tingkat wisata hanya digunakan untuk warga berwisata berkeliling Jakarta dengan kecepatan sekitar 20 km per jam, maka bus tingkat umum sebaliknya.

Bus tingkat umum di jalan berbayar menyasar warga yang memiliki mobilitas tinggi dan butuh waktu cepat sampai ke tempat kerja mereka.  “Pak Ahok pun mengatakan kalau memang pengadaan bus tingkat gratis ini oleh PT Transjakarta saja,” kata Arie.

Sebelumnya, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan mengadakan bus tingkat gratis di sepanjang jalur berbayar. Bus tingkat itu untuk mengakomodir para pengendara kendaraan bermotor roda dua yang tidak dapat melintasi jalur ERP.

“Ini kita mau beli 50 bus melalui e-catalog dan sudah diusulkan,” kata Basuki.

Tahun ini, Basuki memutuskan Dinas Perhubungan DKI tidak lagi melakukan pembelian bus. Sehingga pengadaan bus tingkat gratis ini rencananya bakal dilakukan melalui bantuan swasta maupun PT Transjakarta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.