Disbudpar Kota Semarang Gelar Lomba Foto Pariwisata

Setiap kali berkendara mengelilingi kota Semaranng, Dwi Wahyuningsih (22) mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisiip) Universitas Diponegoro (Undip) selalu tertarik dengan bangunan cagar budaya. Sebagai penggemar fotografi, bermodalkan kamera DSLR miliknya, ia selalu menyempatkan diri memotret. Ia berharap, suatu saat bisa menampilkan karyanya. “Saya memang tertarik lihaat bangunann tua, pengen juga sih ikut lomba,” tutur warga Ngaliyan itu saat ditemui di pinggir jalan Thamrin, Senin (14/4/2014). Ia mendengar ada lomba fotografi yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang yang sesuai dengan hobinya itu. Mendengar hal itu, semangat Yuyun (sapaan akrabnya) langsung tumbuh. Ia ingin memotret Heritage kota Semarang seandainya bisa ikut lomba tersebut.

Warga lainnya, Adrian Nugraha juga tertarik ikut lomba fotografi bertajuk foto promosi pariwisata kota Semarang itu. Hampir senada dengan Yuyunn, Adrian juga tertarik memotret bangunan. Tapi tidak hanya bangunaan tuaa.

“Kalau saya sih lebih condong, ke wisata seperti bangunan Tugu muda, lawang sewu dan jembatan banjir kanal pas malam,” tuturnnya.

Warga Tembalang itu sadar untuk berkompetisi tidak hanya asal potret. Ia harus mencari sisi beda dari tema yang ditawarkan disbudpar Kota Semarang. Hal itu jelas membutuhkan, penggalian ide yang tidak mudah.

Dalam rangka memperingati HUT Kota Semaraang ke -467, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Semarang (disbudpar) mengadakan Lomba foto promosi pariwisata kota Semarang. Kepala seksi informasi dan dokumentasi, Tri Rahayu berujar lomba foto dimulai 3 Maret 2014 hingga 24 April 2014.

“Lomba ini untuk mengabadikan ikon-ikon kota Semarang melalui lensa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya di  gedung pandanaran lantai 8 jlan pemuda no 175 Semarang.

Ia menjelaskan, ada tiga kategori foto yaitu pertama kategori foto kuliner atau budaya asli semarang,  kategori kedua foto objek wisata alam atau buatan kota Semarang, dan terakhir kategori ketiga foto heritage dan wisata religi dan kota semarang. Masing-masing kategori akan diambil tiga pemenang yaitu juara 1 ( Rp 2,5 juta), juara 2, (Rp 2 juta), dan juara 3 (Rp 1,5 juta).

Adapun persyaratan lomba antara lain belum pernah dipublikasikan dan menang lomba fotografi apapunn. Harus kamera dslr/mirrolless /pro summer. Sedangkan foto yang dikirim adalah Hardcopy 10 R s(isi terpendek 20 centimerer, terpanjang 30 centimeter) tanpa tepi. Setiap foto dilengkapi identitas mulai dari nama , judul foto, alamat, nomor telepon, email dan fotokopi identitias diri.

“Hasilnya akann dibuat untuk bahan promosi di kota semarang,” tambahnya.

Ia mengatakan jurinya berasal dari kalangan  fotografer, bp2ks dan disbudpar kota semarang. Pengumuman melalui www.Semarang-Tourism.com  pada 29 April 2014.  Untuk pengiriman paling lambat pada 24 april untuk via pos dan 25 April pengiriman langsung ke kantor Disbudpar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.