Fasilitas Umbul Jolotundo Memprihatinkan

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata- Objek wisata Umbul Jolotundo yang terletak di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, memprihatinkan.Keistimewaan yang ada di umbul ini tak lagi Nampak. Pasalnya, sejumlah fasilitas maupun infrastruktur pemandian tersebut kini dalam kondisi kurang layak. Pantauan Solopos.com, Rabu (6/8/2014), kondisi kamar mandi maupun kamar ganti laki-laki di pemandian sangat memprihatinkan. Dindingnya lembab dan menghitam karena dihinggapi lumut. Sejumlah cat ruangan terkelupas. Tak jauh dari sana, besi pegangan kolam renang tampak berkarat. Deretan keramik pijakan di sekitar kolam juga terlihat kotor. “Beberapa fasilitas memang perlu segera diperbaiki,” ujar seorang pengelola pemandian, Doni, saat berbincang dengan Solopos.com. Umbul Jolotundo merupakan objek wisata yang terletak 8 kilometer dari utara pusat Kabupaten Klaten. Air yang mengandung mineral tinggi menjadi unggulan umbul seluas 220 meter persegi tersebut.

Sayangnya, keistimewaan objek wisata ini tidak ditunjang fasilitas memadai. Menurut Doni, fasilitas seperti kamar mandi laki-laki tak pernah direhab sejak lama. “Padahal kondisinya sudah seperti itu,” keluhnya.

Doni mengakui tahun lalu Pemkab pernah menggelontor dana rehab sebesar Rp70 juta. Namun, duit tersebut hanya cukup untuk memerbaiki kamar ganti perempuan dan sejumlah pengecatan. Tahun ini pihaknya sempat mendengar Pemkab mau memberi kelanjutan bantuan.

“Tapi tidak tahu gimana realisasinya. Kalau jadi, dananya mau untuk perbaikan fasilitas dan penataan taman,” tuturnya. Disinggung biaya perawatan umbul, Doni mengatakan selama ini hanya mengandalkan dari karcis masuk.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Klaten, Dodhy Hermanu, tak menampik kondisi fasilitas Jolotundo cukup mengenaskan. Pihaknya mengklaim sudah mengajukan dana rehab lanjutan Jolotundo sebesar Rp150 juta di APBD Perubahan 2014.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.