Gaet 20 Juta Wisman, Kemenpar Bidik PDB Pariwisata USD 20 Miliar

Pelatihan Pariwisata  | Jadwal Pelatihan Pariwisata 2015surfer girl

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menetapkan target kinerjanya di 2019 melalui dua target, yaitu sektor makro dan mikro. Kedua target tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menjadi 20 juta.Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memaparkan hal tersebut dalam sosialisasi “Gerakan Muda Sadar Wisata untuk Meningkatkan Kepedulian Program Pesona Indonesia (Wonderful Indonesia)”. Dia mengatakan, untuk mencapai semua target itu diperlukan berbagai macam strategi.”Target-target yang ditetapkan ini jauh dari konservatif, bahkan dapat dikatakan ambisius. Oleh karena itu dibutuhkan strategi yang tidak konservatif, melainkan terobosan-terobosan baru dalam memperkuat pemasaran, destinasi, industri, dan kelembagaan yang merupakan pilar-pilar kepariwisataan,” ucap Arief, dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (14/2/2015).

Di tingkat makro, Kemenpar telah menargetkan PDB Pariwisata meningkat hampir dua kali lipat menjadi delapan persen, dengan devisa yang ditargetkan meningkat hampir dua kali lipat menjadi USD20 miliar.

Sedangkan di tingkat mikro, Kemenpar menargetkan jumlah wisatawan mancanegara meningkat lebih dari dua kali lipat, menjadi 20 juta wisman di 2019, dengan jumlah perjalanan wisatawan domestik menjadi 275 juta, dan peringkat daya saing pariwisata naik ke ranking 30.

Menpar menilai dalam upaya mencapai target tersebut, perlu menggunakan strategi pemasaran yang fokus pada branding dan promosi. Mantan Direktur Utama Telkom itu memberi contoh semisal Enjoy Jakarta sebagai branding destinasi Jakarta yang dapat ditampilkan dengan mencantumkan Enjoy Jakarta by Pesona Indonesia begitu pula branding tematik Great Shopping is Wonderful  Indonesia.

Tiga program bidang pemasaran pariwisata telah diluncurkan dalam program 100 hari kerja Kemenpar tersebut antara lain launching branding Wonderful Indonesia, e-tourism, dan perumusan pesan/konten promosi pariwisata sebagai terobosan pemasaran dalam upaya meraih 20 juta wisman ke Indonesia pada 2019.

Menpar Arief Yahya mengatakan, pemerintah sangat serius melakukan pemasaran dan promosi dalam Indonesian Incoporated yang melibatkan seluruh stakeholder pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku bisnis, maupun kalangan akademisi dan media dengan mengedepankan pola BAS (branding, advertising, dan selling).

“Dalam Indonesian Incoporated untuk kegiatan branding 100 persen ditanggung pemerintah, sedangkan untuk  advertising mengunakan pola 50 pemerintah dan 50 pelaku bisnis pariwisata. Sementara untuk kegiatan kegiatan selling 100 persen ditanggung pelaku atau industri pariwisata. Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia promosinya akan digencarkan dengan menggunakan dua jalur yaitu jalur digital (online) dan konvensional (offline),” bebernya.

UBM menggelar acara khusus bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 30 Yayasan Pendidikan Bunda Mulia. Turut hadir Direktur Jenderal Pemasaran Djoko Susanto (Founder Yayasan Pendidikan Bunda Mulia dan Yandi Algresto (Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak ), Direktur Utama Garuda Indonesia, serta Gabungan Pengusaha Industri Pariwisata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.