Garuda Berkomitmen Kembangkan Pariwisata Tanjungpinang

boeing-777-300Penelitian Pariwisata | RIPPDA-General Manager Garuda Indonesia Rudi Iriandi S mengatakan, dengan dibukanya penerbangan Jakarta-Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) oleh Garuda dan diikuti serangkaian kegiatan bersih-bersih sampah di Pulau Penyengat yang didukung Walikota Tanjungpinang merupakan wujud komitmen Garuda mengembangkan pariwisata di Tanjungpinang. “Garuda berkomitmen mengangkat pariwisata Indonesia. Salah satunya di Kepri,” kata Rudi, kepada SP, di Batam, Kamis (18/9).Tanjungpinang merupakan ibukota Provinsi Kepri yang memiliki banyak lokasi wisata lengkap dengan panoramanya. Lokasinya tak jauh dari Batam, hanya 1 jam perjalanan melalui laut. Demografinya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia membuat kota tersebut kebanjiran wisatawan asing.

Melihat kondisi tersebut, untuk mendongkrak arus wisatawan domestik sekaligus mendengungkan pariwisata Tanjungpinang yang memiliki keindahan baharinya di Pulau Bintan, sejak 5 Agustus 2103 Garuda membuka penerbangan sekali dalam sehari, menggunakan armada Boeing 737-500 yang terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Tak cukup sampai di situ, Rudi menjelaskan, pihaknya juga menggelar “famtrip” yang diadakan pada 15-18 September 2014 dengan melibatkan media seperti Trans 7, Panorama Magazine, SP, National Geographic, Colors Magazine, dan Golf Asia.

Garuda juga mengajak sejumlah biro perjalanan wisata seperti, Antavaya Tour, Yuk Travel, Panaorama Travel, Baltc Tour and Travel, dan Bayu Buana.

Kegiatan yang dilaksanakan Garuda mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kepri, Walikota Tanjungpinang dan Bupati Kabupaten Bintan, Agro Beach Hotel yang merupakan resort di sepanjang Pantai Trikora dan Emka Tour Tanjungpinang.

Para peserta, tersebut bakal mengeksplorasi keindahan Tanjungpinang, Bintan, dan Lagoi sebelum menghabiskan waktu sehari di Batam untuk kemudian kembali ke Jakarta.

“Kegiatan ini untuk mengenalkan atau mengeksplor Tanjungpinang sebagai pilihan destinasi untuk liburan religius dan budaya melayu simbolnya yaitu, Pulau Penyengat. Di sini pula lahir karya sastra besar Gurindam 12 yang dikarang oleh Raja Ali Haji,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.