Investor Jepang Jajaki Investasi Pariwisata di Kerinci

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi mengungkapkan saat ini ada investor asal Jepang yang tengah melakukan penjajakan untuk berinvestasi di bidang pariwisata dan pertanian umum di Kabupaten Kerinci.“Seorang investor Jepang, yakni Morata saat ini tengah berada di Jambi dan bersiap bertolak ke Kerinci guna melakukan penjajakan berinvestasi di kabupaten berhawa sejuk di sisi paling barat Provinsi Jambi tersebut,” kata Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi Guntur di Jambi, Sabtu.

Menurut dia, saat ini Morata yang memiliki jaringan bisnis cukup besar di Asia yang bergerak di bidang pertanian dan pariwisata tersebut telah melakukan pembicaraan dengan Pemprov Jambi pada Jumat (9/5).

Kerinci sebagai magnet utama kepariwisataan Provinsi Jambi sampai kini masih membutuhkan para investor untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah itu sehingga memenuhi standar keinginan masyarakat internasonal.

Kerinci yang berjarak sekitar 450 Km arah barat Kota Jambi memiliki ratusan bahkan ribuan objek wisata yang sangat pantas untuk terus dikembangkan dan menjadi penopang roda perekonomian masyarakat yang ruang gerak ekspansi pembangunannya terbatas akibat terkurung hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang dilindungi tersebut.

Menurut tokoh muda yang juga praktisi kepariwisataan sebagai pramuwisata dan menjabat Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jambi itu, sektor pariwisata dan pertanian masyarakat sesungguhnya adalah aset utama masyarakat Kerinci untuk mengembangkan hidup dan memajukan perekonomiannya saat ini yang mengedepankan ekonomi kreatif.

“Masyarakat daerah tersebut samasekali tidak mungkin bisa mengembangkan sektor-sektor lainnya seperti sektor industri ataupun sektor makro ekonomi,” kata Guntur.

Selama ini, pengelolaan pembangunan di Kerinci boleh dibilang tidak tepat sasaran dan lari dari potensi yang dimiliki, karena itulah saat ini pemerintah daerah setempat sudah semestinya menyadari kondisi tersebut dengan mulai menggenjot pembangunan pariwisata dan pertanian rakyat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.