Jokowi ingin kalahkan Malaysia dalam sektor pariwisata

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata

p99_Bintan-edit_miniPresiden Jokowi mengatakan sektor pariwisata sangat penting untuk menunjang perekonomian Indonesia. Jokowi menyayangkan pariwisata Indonesia justru kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia. Seperti dalam jumlah turis yang datang tiap tahunnya. “Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sekali. Namun dibandingkan dengan tetangga kita, turis yang datang di Malaysia, 1 tahun bisa sampai 24 juta. Kita (Indonesia) 1 tahun hanya 8 juta. Padahal potensinya pariwisata di Indonesia bisa 10 kali lipat,” ujar Jokowi saat membuka Musrenbangnas 2014 di Jakarta, Kamis (18/12).

Jokowi mengatakan padahal Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya, juga budaya dan suku bangsa. Hal itu dapat menjadi keunikan sendiri dan merebut perhatian pariwisata dunia.

Jokowi juga membandingkan kemajuan pariwisata di Kamboja. Menurutnya, saat dirinya ke Kamboja sempat bertanya kepada Perdana Menteri Kamboja, Samdech Hun Sen bagaimana negaranya yang terbilang kecil dapat maju di sektor pariwisata. Jokowi bertanya apa yang membuat para turis dunia datang ke Kamboja.

“Waktu itu ketemu Pak Hun Sen, saya bertanya kekuatannya apa? Pertama pariwisata, 7 juta turis yang datang tiap tahun, negaranya kecil, penduduknya sedikit. Lihat apa?” tanya Jokowi kepada Hun Sen.

Jokowi mengungkapkan Hun Sen pun menjawab tempat wisata Angkor wat yang menjadi perhatian turis. Setelah itu Jokowi menilai pariwisata Indonesia kurang maksimal karena promosi yang kurang.

Tempat Angkor Wat di Kamboja menurut Jokowi hampir sama dengan Candi Borobudur yang ada di Indonesia. “Kita ada borobudur, problem kita adalah promosi, produk yang harus dikemas. Mempromosikan, menata kawasan pariwisata,” ujarnya.

Jokowi mengatakan termasuk menata lokasi pariwisata dari PKL (Pedagang Kaki Lima). Sebab, banyak ditemukan PKL yang justru ‘memalak’ para turis sehingga tidak nyaman lagi berkunjung kesana. “Ada pedagang asongan yang paksa pembeli, itu mengubah karakter yang punya tempat potensi wisata,” ujarnya.

Jokowi akan menambah anggaran pariwisata buat promosi besar-besaran. Jika dibandingkan Malaysia, anggaran pariwisata Indonesia masih kecil. “Saya perintahkan ke menteri pariwisata kita mau promosi besar-besaran. Anggaran kita 1/12nya Malaysia. Maka perencanaannya harus semua provinsi yang punya kekuatan,” katanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.