Kemenparekraf Bentuk Forum Komunikasi Pariwisata Berkelanjutan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membentuk Forum Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kepariwisataan. Forum ini diikuti para pihak dari kalangan swasta, akademisi, organisasi non-pemerintah serta lima kementerian dan lembaga. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari E Pangestu di Jakarta, Senin, mengatakan forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi dan koordinasi yang efektif antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan berkelanjutan di bidang kepariwisataan. “Forum Komunikasi ini sangat strategis untuk mencari masukan dalam penyusunan skema Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015 – 2019 bidang kepariwisataan yang nantinya akan menjadi basis untuk menyusun cetak biru visi, program dan rencana aksi pembangunan pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Pada kesempatan itu, lima kementerian menyampaikan kebijakan dan strategi sektor dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri.

Sejumlah pembicara internasional juga turut memberikan masukan, di antaranya Brian T. Mullis, CEO and Founder Sustainable Travel International-GSTC.

Forum juga membahas materi implementasi program dan kegiatan sektor tersebut serta Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Dewan Nasional Perubahan Iklim, Sustainable Management Group, dan Research Center for Climate Change Universitas Indonesia.

“Hasil pembicaraan akan menjadi masukan untuk mengambil langkah-langkah nyata guna mengoptimalkan akselerasi pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan,” kata Mari.

Di samping itu juga dibahas keperluan untuk membentuk National Sustainable Tourism Councildan/atau Tourism Stewardship Council dengan dukungan kerjasama internasional dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC), Rainforest Alliance, Sustainable Travel International dan UN World Tourism Organization (UNWTO) agar dapat mengembangkan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata.

Selain juga untuk memposisikan Indonesia sebagai benchmark pariwisata berkelanjutan secara global yang sesuai dengan standar internasional.

Ia juga berharap Indonesia dapat segera memiliki wadah Sustainable Tourism Council/Tourism Stewardship Council yang dapat menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan dan dapat menjalin jaringan dan kerjasama dengan pihak pihak luar bila diperlukan.

Berbagai rencana aksi sebagai tindak lanjut dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang akan dilakukan antara lain rumusan kerangka GSTC Chapter Indonesia, pembentukan Sustainable Observatory dengan UNWTO, dan pembentukan focal point di masing-masing kementerian dan lembaga.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.