Kementerian Pariwisata Gandeng Pemerintah Daerah Promosikan Event Wisata

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata

diminta-sadar-wisata-070812-novEvent pariwisata bisa memberikan kontribusi besar bagi kunjungan wisata—mencapai 60%, namun potensi event pariwisata itu bakal sia-sia jika tidak dipromosikan. Itulah pasalnya, Kementerian Pariwisata bersiap menggandeng pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi wisata masing-masing daerah secara terintegrasi. Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata, Ahman Sya, menuturkan promosi pariwisata merupakan tugas dari berbagai elemen, yakni akademisi, pebisnis, komunitas dan pemerintah. Oleh karena itu diharapkan semua pihak mampu bekerja sama untuk mampu memenuhi target kunjungan wisatawan.Dia menyampaikan kunjungan wisatawan tersebut mampu mengembangkan bidang ekonomi dan pendidikan. Ahman menuturkan semua destinasi akan dipromosikan tapi ada konsentrasi yang akan diutamakan, yakni Jakarta Raya, Bandung Raya, Jogja Raya (Soloraya) dan Bali Raya.

“Daya tarik wisatawan itu yang paling besar adalah event, yakni 60%, destinasi wisata sebanyak 30% dan 10% adalah aksesori atau produk lokal. Oleh karena itu, promosi event ini perlu menjadi perhatian bersama. Hal tersebut supaya pada 2019, target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta dapat tercapai,” ungkap Ahman saat ditemui wartawan di Balekambang Resto, Solo, Kamis (27/11/2014).

Namun dia mengaku hanya bisa mendorong masing-masing pemda untuk mengadakan event. Hal ini karena hasilnya dinilai akan lebih maksimal asalkan pemda memiliki inisiatif terlebih dahulu. Dia menyampaikan selama ini yang menjadi penghambat perkembangan pariwisata adalah infrastruktur dan sarana prasarana. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) juga perlu disiapkan dengan memberi pelatihan, terutama pelatihan bahasa asing.

Mudah Diingat
Lebih lanjut, Ahman mengatakan promosi wisata tahun ini akan menggunakan tema Wonderfull Indonesia supaya mudah diingat. Tema pariwisata tersebut akan dipromosikan di berbagai kesempatan, termasuk melalui media promosi online yang dibentuk Kementerian Pariwisata sebagai sarana promosi secara luas. Dia menyebutkan ingga saat ini sudah ada sekitar 8,6 juta wisatawan asing dari 9,3 juta jiwa yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni Suzana, menyampaikan biaya promosi wisata pada tahun ini ditambah sekitar 10% jika dibandingkan tahun lalu.

Dia mengatakan penambahan dana tersebut sebagai salah satu upaya untuk terus mengembangkan pariwisata Solo. Namun diakuinya, dana yang lebih dari Rp6 miliar tersebut tidak hanya untuk promosi tapi juga mengadakan berbagai macam event.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.