Libur Lebaran 2022 Kulon Progo dan Pengelolaan Pariwisata

JTTC-Pada libur Lebaran 2022 ini, Kulon Progo diserbu banyak wisatawan. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kabupaten tersebut ada puluhan ribu wisatawan yang masuk. Pada H+3 Lebaran, jumlah wisatawan sudah mencapai lebih dari 50 ribu. Jumlah tersebut masih terus bertambah hingga hari Minggu (8/5/2022).

Kulonprogo diketahui memiliki banyak destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo. Delapan diantaranya adalah Gua Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun The Nglingo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat, dan Pantai Glagah. Selain itu, juga terdapat desa-desa wisata yang mulai dan sudah berkembang dengan baik.

Salah satu tempat wisata yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Pantai Glagah. Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto, dikutip dari Antara, memaparkan data wisatawan yang berkunjung. Pada hari Senin (2/5/2022) jumlah orang yang berkunjung sekitar 2.600 wisatawan. Kemudian pada hari Selasa terdapat 10.306 wisatawan. Hari Rabu 17.109 wisatawan. Dan pada hari Kamis jumlah wisatawan mencapai 18.058 orang. Sehingga, bila dijumlah, per hari Kamis, Pantai Glagah sudah dikunjungi 48.078 orang.

Dalam memberikan pelayanan berupa kenyamanan dan keamanan pengunjung, Dinpar Kulonprogo berkoordinasi dengan banyak unsur terkait. Untuk lembaga sendiri, Kulonprogo bekerjasama dengan TNI/Polri, Satpol PP, Satlinmas, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan Diskominfo. Terdapat juga stakeholder yang dilibatkan pada momen libur lebaran pada tahun ini, yaitu PHRI dan ASITA. Hasilnya pengelolaan pariwisata berjalan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Selain Pantai Glagah, Kalibiru juga menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi. Peningkatan jumlah pengunjung ke obyek wisata yang terletak di daerah dataran tinggi Dusun Kalibiru, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo tersebut tercatat sejak H-3 Lebaran.

Tercatat sedikitnya ada 600 pengunjung pada hari Rabu (4/5/2022). Kemudian pada hari Kamis tercatat sedikitnya ada 700 wisatawan. Banyaknya pengunjung berdampak terhadap aspek-aspek wisata yang lain. Kantong parkir warga penuh dipadati ratusan mobil. Operator mobil jeep juga meningkat layanannya.

Pemerintah Kulonprogo menyadari bahwa pihaknya harus bekerja keras untuk menjaga agar tempat wisatanya tetap hidup. Dengan melihat momen yang terjadi di Kulonprogo, pengelolalan pariwisata menjadi unsur pokok. Karena dengan pengelolalan pariwisata yang baik, pengunjung juga akan mendapatkan pelayanan yang baik. Bahkan tidak hanya pengunjung, namun semua yang terkait dengan pariwisata akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam mengelola pariwisata selama libur Lebaran. Dengan berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti PHRI dan ASITA, pemerintah mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak.

Kemudian, kita bisa melihat fenomena yang terjadi di Kalibiru. Ketua Desa Wisata Kalibiru bekerja keras untuk mendapatkan sertifikasi CHSE. Tentu saja tujuan dari sertifikasi tersebut adalah untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian obyek wisata tersebut.

Kesadaran dan langkah untuk mengelola pariwisata dengan baik tersebut bisa diperoleh dari dilaksanakannya pelatihan pariwisata. Karena dengan pelatihan pariwisata, SDM yang dimiliki dapat belajar segala aspek terkait. Termasuk pengelolalan pariwisata yang tujuannya memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Salah satu lembaga yang menyelenggarakan pelatihan pariwisata adalah Jogja Tourism Training Center. JTTC adalah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM pariwisata. Lembaga ini lahir dari kolaborasi antara UGM, ASITA DIY, dan PHRI DIY. Lembaga ini berkompeten dan telah dipercaya oleh dinas dan instansi di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.