Melihat Urgensi Pelatihan Service Excellent terhadap Kondisi Pariwisata di Indonesia

JTTC-Pariwisata dengan hotel dan restoran tidak bisa dipisahkan. Karena ketika orang berkunjung ke obyek wisata hampir dipastikan ia akan makan dan mencari tempat tinggal. Terlebih jika orang tersebut mengunjunginya dalam waktu yang lama. Oleh karena itu bila terjadi peningkatan jumlah wisatawan maka akan terjadi pula peningkatan jumlah pengunjung hotel dan restoran.

Berdasarkan hal tersebut, Jogja Tourism Training Center sebagai sebuah lembaga pengembangan SDM pariwisata kompeten juga mempunyai program pelatihan hotel dan restoran. Tentu saja selain program pelatihan pelaku pariwisata dan pelatihan-pelatihan lainnya.

Bila kita melihat momen libur Lebaran 1433 Hijriah, terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan di berbagai daerah. Hal tersebut juga menyebabkan meingkatnya jumlah pengunjung hotel dan restoran.

Melihat catatan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel selama libur Lebaran meningkat. Angka peningkatan tersebut mencapai 85 persen. Peningkatan terjadi di destinasi-destinasi wisata, seperti Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, hingga Malang.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri okupansi kamar meningkat hingga 90,8 persen. Hal tersebut dikemukakan oleh PHRI DIY. Sejak hari Selasa, 3 Mei 2022 hingga hari Kamis, 5 Mei 2022, tingkat keterisian kamar di hotel bintang DIY mencapai lebih dari 90 persen. Sementara untuk hotel non bintang mencapai 70 hingga 80 persen.  Hal tersebut dikemukakan oleh Deddy Pranowo Eryono selaku Ketua PHRI DIY. Pengunjung paling banyak dari DKI Jakarta disusul Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sumatera.

Peningkatan ini terjadi karena masyarakat sudah dibatasi pergerakannya selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Sehingga, menurut Deddy pencapaian ini cukup membahagiakan. Usaha perhotelan sudah bisa sedikit bernapas setelah kemarin banyak yang mengencangkan ikat pinggang.

Peningkatan keterisan kamar hotel masih akan terjadi hingga akhir Mei menurut Deddy. Hal ini disebabkan adanya hari libur nasional pekan depan. Sehingga, pengunjung yang diperkirakan didominasi oleh rombongan keluarga dan korporasi masih akan berdatangan.

Guna memberikan kepuasan kepada para pelanggan, tentu hotel-hotel harus memberikan pelayanan yang maksimal. Terlebih saat jumlah pengunjung hotel meningkat, seperti pada saat ini. Pelayanan yang diberikan juga harus lebih, terutama dalam segi kuantitas. Namun, bukan berarti kualitas pelayanannya tidak dijaga. Bahkan justru harus ditingkatkan.

Pelatihan Hotel dan Restoran JTTC ditujukan bagi karyawan hotel dan restoran agar mengetahui dan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Dengan begitu, pelanggan menjadi loyal. Sehingga pelanggan akan senantiasa ingat kepada perusahaan.

Terdapat banyak Jenis Pelatihan Hotel dan Restoran yang diberikan JTTC. Jenis-jenis pelatihan tersebut adalah pelatihan receptionist, pelatihan front office, pelatihan handling complaint, pelatihan management budgeting hotel, pelatihan housekeeping, pelatihan food & beverage, pelatihan bellboy, pelatihan waiters/waiterss, pelatihan bartender, pelatihan demi chef, pelatihan commis pastry, pelatihan baker, pelatihan public area cleaner, pelatihan room attendant, dan pelatihan laundry attendant.

Pelatihan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sistem pelatihan yang digunakan adalah offline atau online. Pelatihan online dilaksanakan via Zoom.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan penyegaran kompetensi yang dilaksanakan JTTC dapat menghubungi Mira (0812-1501-7910)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *