Menpar: Bali Tetap Butuh Promosi Pariwisata

1614016-wisata-bali-turis-china-pura-uluwatu-780x390Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan Bali tetap membutuhkan promosi pariwisata. Menurut dia, meskipun Bali sudah cukup dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman), namun promosi tetap harus dilakukan guna meningkatkan angka kunjungan wisman yang ditargetkan mencapai 20 juta orang pada 2019.“Saya kemarin dengar Bali tidak perlu promosi, kata siapa Bali enggak perlu promosi? Brand-brand besar saja harus tetap pakai promosi,” kata Arief dalam konferensi pers Raid Amazone 2015 di Jakarta, Senin (22/6/2015).Menurut Menpar, posisi Bali sebagai destinasi wisata di dunia belum cukup memuaskan. Padahal, 40 persen wisman yang datang ke Indonesia berkunjung ke Bali. “Bali itu masih peringkat 52, kalah sama Bangkok yang hanya kota,” lanjutnya.


Arief juga mengatakan sektor pariwisata Bali juga belum merata. Sebab, menurutnya hanya daerah Bali Selatan saja yang ramai dikunjungi wisatawan. “Bali itu tidak merata, hanya di Bali Selatan. Kita enggak boleh men-treat Bali tidak adil, Singaraja juga Bali,” imbuh Arief.
Karena itu Arief mengatakan promosi tetap perlu dilakukan guna memajukan pariwisata Bali dan juga Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, Arief juga menjadikan Bali sebagai destinasi utama juga penghubung ke destinasi lain.
Menpar juga berpesan agar jangan pernah merasa puas dengan pencapaian Bali saat ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.