Menpar: Pariwisata Butuh Dukungan Infrastruktur TI Mumpuni

Jadwal Pelatihan Pemanfaatan Media Online (Online Marketing) 2016

Industri pariwisata nasional membutuhkan dukungan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mumpuni guna meningkatkan pelayanan, penjualan dan pengembangan produk.“Dengan diberlakukannya penambahan jumlah negara yang bebas visa, maka jumlah wisman datang ke Indoensia akan jauh lebih besar. Cara terbaik untuwaterk mengingkatkan pelayanan adalah dengan menerapkan aplikasi Teknologi Informasi  (TI) di semua titik pelayanan, seperti di bandara, imigrasi dan pusat-pusat informasi,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan yang diterima, Kamis (8/10/2015).Menurutnya, infrastruktur TIK yang mumpuni juga bisa meningkatkan penjualan karena adanya digital marketing. Untuk diketahui, hampir 60% wisman melalukan pencarian dan pembelian paket wisata melalui digital.“Sedangkan untuk pengembangan produk secara kreatif, peran TIK juga sangat menentukan, misalnya pengelolaan seluruh homestay dapat menggunakan aplikasi cloud computing, seperti yang dilakukan oleh Go-Jek. Komponen TIK itu adalah 3C yaitu Communication, Content, dan Commercial,”  tuturnya.

Sekadar informasi, sejak Januari hingga Agustus tahun ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) mencapai 6 juta lebih atau naik 3%.  Pertumbuhan ini justru berbanding terbalik dengan yang dialami oleh beberapa Negara Asean lainnya seperi Singapura yang turun 4% dan Malaysia hingga 9%.

Salah satu strategi yang cukup mumpuni dilakukan oleh kementerian pimpinan Arief Yahya adalah memperbanyak jumlah negara yang dibebaskan visa masuk ke Indonesia.

Kebijakan dan strategi yang diterapkan Kementerian Pariwisata akan berjalan mulus bila didukung sektor lainnya, termasuk telekomunikasi.

Secara terpisah, Founder IndoTelko  Forum Doni Ismanto Darwin mengungkapkan akses telekomunikasi menjadi kebutuhan utama bagi para wisatawan di pusat-pusat wisata.

“Tak hanya sekedar suara, namun akses data berkecepatan tinggi pun sangat dibutuhkan.  Selain sekedar untuk mengabadikan ke jejaring sosial momen-momen indah di pusat wisata, juga untuk berkomunikasi dengan teman dan sanak saudara. Malah, beberapa wisatawan menjadikan pusat wisata sebagai tempat bekerja. Tak sedikit dari mereka selain berwisata juga sambil menjalankan bisnisnya. Di sinilah komunikasi dan akses data berkecepatan tinggi sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurutnya, dari hasil uji jaringan yang dilakukan beberapa waktu lalu jaringan empat operator GSM dan satu CDMA bisa di bilang sudah merambah ke berbagai wilayah nusantara, termasuk destinasi wisata.

Dalam uji jaringan yang dilakukan oleh Tim IndoTelko di empat kota besar yang pertama diberikan layanan 4G oleh Telkomsel, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, kecepatan akses data 4G milik anak perusahaan Telkom ini diklaim lumayan mumpuni yakni di kisaran 10 Mbps ke atas.

“Kalau pun terdapat penurunan sinyal 4G, otomatis jaringan langsung berpindah ke jaringan yang tersedia yakni 3,5G hingga 3G. Kecepatan memang sedikit mengalami penurunan, tetapi ada kestabilan untuk menikmati akses  data. Pelanggan butuhnya itu stabil dalam mengakses data,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.