Pariwisata Halal Jadi Sektor Menguntungkan Bagi Berbagai Industri

Pelatihan Manajemen Wisata Syariah

1542353turis-di-aceh1780x390Wisata halal kini semakin dilirik pasar pariwisata dunia. Termasuk negara mayoritas non-muslim seperti Jepang. Isu wisata halal pun ikut diangkat dalam “Taking Off with USD140 Billion: The Muslim-Friendly Travel Sector” di Business Forum World Halal Summit (WHS) 2015. Sektor wisata untuk muslim disebut-sebut mempunyai peluang besar. Menurut Fazal Bahardeen, CEO Crescent Rating, saat ini 90 persen muslim melakukan perjalanan wisata bisnis dan liburan. Pasar wisata muslim sendiri kini bernilai sekitar $140 milyar per tahun. Diprediksi tahun 2020 nilainya melebihi $200 milyar.”Ini memberikan kesempatan besar untuk pemain di berbagai industri yang berkaitan dengan pariwisata,” tambah Fazal (02/04).

Diantaranya termasuk perusahaan global seperti Master Card. Safdar Khan selaku Group Country Manager Master Card Asia Pacific, menyebutkan Master Card sekarang aktif mengembangkan instrumen kartu bagi muslim. Misalnya, debit card khusus untuk jemaah Haji.

“Perbankan Islam kini menjadi fokus key area untuk Master Card,” ucap Safdar dalam forum.

Muslim semakin sering melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan budaya serta norma lain. Sehingga pandangan terhadap dunia pun semakin luas.

Hal tersebut ikut berpengaruh pada industri makanan. Permintaan produk halal dalam industri makanan dan minuman kini tidak hanya dipicu oleh selera makanan etnis, seperti kari atau kebab. Dimana ini sejalan dengan perdagangan halal.

“Wisatawan muslim sekarang juga tertarik mencoba makanan seperti steak atau hidangan Eropa misalnya,” tutur Jumaatun Azmi, Managing Director KasehDia yang menjadi moderator diskusi.(odi/msa)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.