Pelaku Sektor Pariwisata Berharap Pilpres Berlangsung Damai

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata -Kalangan pariwisata berharap proses pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dapat berlangsung dengan damai, sehingga tidak mengganggu iklim perekonomian, investasi dan pariwisata Indonesia. “Seluruh dunia kini melihat ke Indonesia. Kita tentu sngat berharap Pilpres 2014 berlangsung dengan damai, jujur dan adil, karena kita tidak ingin kehilangan kesempatan untuk membangun perekonomian dan memperkuat citra positif kita di dunia internasional,” kata Ketua Umum DPP Indonesia Congress and Convention Association (Incca) Iqbal Alan Abdullah, Senin (30/6/2014).

Dikatakan, saat ini banyak kalangan investor maupun pelaku usaha dalam posisi wait and see terkait situasi di dalam negeri.  Iqbal sendiri menilai situasi saat ini masih kondusif, tapi berbagai kalangan sempat juga menyampaikan kekuatiran, misalnya, jika situasi pada saat pencoblosan maupun pada setelahnya bisa berubah menjadi konstruktif bagi citra Indonesia.

Menurut Iqbal, industri pariwisata sangat sensitif dengan isu keamanan. Hal itu terbukti juga di Thailand beberapa waktu lalu, yang membuat kinerja industry pariwisata di negara itu merosot tajam.

Terkait pembangunan pariwisata 5 tahun ke depan, Iqbal yang adalah Vice President  Asian Federation of Exhibition and Convention Associations (Afeca) ini, mengatakan, pasca terpilihnya presiden dan wakil presiden baru nanti diharapkan dapat membawa Indonesia menuju era emas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kita berharap terjadi peningkatan dua digit penerimaan wisatawan mancanegara menuju 20 juta kunjungan tahun 2020, termasuk peningkatan kontribusi pariwisata dalam hal penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Iqbal.

Untuk mewujudkan hal itu, Iqbal menyebut pembenahan pemasaran, pengembangan destinasi, kelembagaan maupun politik anggaran harus dilakukan. “China harus mampu kita dorong ke angka 3,5 juta wisatawan. Begitu juga dalam rangka ASEAN Economi Commmunity, kita harus mampu mendorong hingga 7 juta wisatawan hingga 2020,” katanya.

Iqbal, yang juga anggota DPR RI, ini juga sudah mempersiapkan sebuah strategi besar untuk mencapai tujuan itu. Termasuk bagaimana menjadikan industry pariwisata Indonesia sebagai produk kreatif mampu menjangkau pasar global, mulai dari bisnis perhotelan, travel, PCO/PEO, cinderamata, Spa, kuliner bermerek Indonesia mampu bersaing secara regional dan global

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.