Sail Selat Karimata Ajang Promosi Pariwisata

Sail Selat Karimata 2016 sasarannya adalah promosi pariwisata karena merupakan aset Kalbar yang layak untuk dijual ke internasional.”Kunjungan wisatawan nantinya akan memberikan dampak pada pelaku usaha dan perekonomi160517083833_koh_tachai_thailand_640x360_thinkstock_nocreditan masyarakat di sekitar Karimata, Kayong Utara dan Ketapang,” kata pengamat ekonomi Untan, Ali Nasrun, Selasa (4/10/2016).Selain itu, lanjut dia akan berdampak pada transportasi karena pengunjung yang nantinya datang dari Batam dan Jakarta mendarat di Kota Pontianak.Tak hanya itu dampaknya juga ke akomodasi, kuliner dan souvenir. Bahkan kita bisa menggunakan ajang ini sebagai ajang untuk menjual produk lain. Karena sudah pasti yang datang membawa uang untuk di belanjakan.Ada kemungkinan juga yang datang adalah pengusaha sehingga mempunyai peluang untuk memperluas bisnis. Jangkauannya tidak hanya domestik, tetapi internasional bukan hanya ASEAN tetapi seluruh negara di dunia ini.
Sail Selat Karimata 2016 ini bisa memberikan multy player effect.

Secara keseluruhan bisa mengurangi kemiskinan jika terbuka lapangan kerja bermula dari satu titik penfenalan potensi wisata Sail Selat Karimata ini. Jika dilihat dari pelestarian lingkungan, pariwisata seperti ini akan berdampak kepada lingkungan.
Pertama hutan akan terselamatkan demikian juga dengan alam. Dampak negatifnya dengan datangnya orang asing akan mempengaruhi budaya lokal.
Sehingga masyarakat harus membentengi diri, seperti di Bali masyarakatnya tetap mempunyai ciri khas. Untuk peluang UMKM menonjolkan produknya dan mendapatkan akses memang tidak bisa serta merta tetapi berproses. Harus semua lini, agar terjadi pergerakan tetapi kita tidak bisa mengharapkan dampak langsung.
Pariwisata cirinya tidak merusak lingkungan karena alam akan tetap lestari. Arah semua negara di dunia semua ke pariwisata. Makanya sekali dibangun infrastruktur maka akan berkelanjutan tinggal bagaimana mempromosikannya. Pariwisata juga tidak terbatas, jika karet hanya dibeli negara tertentu. Tetapi pariwisata bisa dibeli semua negara karena tidak ada manusia atau negara anti wisata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.