Turis ke Solo Naik Bukan Karena Biro Wisata Solo

SONY DSCPelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata –Jumlah turis asing yang berkunjungan ke Solo terus meningkat sejak April 2014 lalu. Meski demikian, wisatawan mancanegara (wisman) yang singgah di Solo itu kebanyakan didatangkan biro wisata dari luar Solo. Anggota Staf Pariwisata Pura Mangkunegaran Joko Pramudya mengatakan setiap bulannya kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat. Menurut dia, tingkat kunjungan pada awal tahun 2014 sekitar 800 orang sebulan, tapi pada September 2014 meningkat menjadi 1.959 orang sebulan. Sedangkan puncak kunjungan hingga kini terjadi pada Agustus 2014 yang mencapai 2.382 orang.Menurut Joko, sebagian besar turis asing di Solo datang dari Eropa, seperti Belanda, Jerman, Prancis, Belgia. dan Swiss. Namun, dia mengatakan tren turis dari Eropa ini hanya bertahan hingga pertengahan September 2014. Setelah itu tren akan berganti dengan wisman yang berasal dari Asia, seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.

“Turis asing tersebut kebanyakan didatangkan oleh biro perjalanan wisata dari luar Solo, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Oleh karena itu, kalau Yogyakarta ramai dikunjungi wisman, biasanya Solo juga akan mendapat limpahan,” kata Joko saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/10/2014).

Turis asing tersebut biasanya tidak hanya ke Mangkunegaran tapi juga ke Candi Sukuh dan Candi Cetho yang berada di Karanganyar. Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan nusantara atau domestik saat ini cenderung turun jika dibandingkan awal tahun.

Joko mencatat pada Januari kunjungan wisatawan domestic sebanyak 2.244 orang. Namun setelah itu, jumlah kunjungan wisatawan domestik hanya 1.000-1.500 orang per bulan.

Butuh Kerja Sama
Ketua Komite Museum Radya Pustaka Purnomo Subagyo mengatakan travel agent dari Solo belum banyak yang bisa menarik wisman untuk berkunjung ke museum tersebut. Menurut dia, kebanyakan wisman didatangkan oleh travel agent dari Yogyakarta. Namun, dia mengakui saat ini tingkat kunjungan wisatawan ke museum tersebut masih sangat minim.

Dia mengatakan pula setelah dibuka kembali pascarenovasi, April lalu, tingkat kunjungan wisman hanya 60-80 orang per bulan dan terus meningkat hingga September mampu mencapai 101 orang. “Kami akan mengupayakan berbagai macam promosi untuk mengenalkan museum ini kepada wisatawan supaya lebih dikenal melalui website dan flyer,” papar dia.

Selain itu, Purnomo juga berencana menggandeng travel agent dan hotel untuk bekerja sama. Dia optimistis bisa menarik lebih banyak wisatawan karena kondisi museum yang lebih nyaman.

“Saat ini kami sedang membahas usulan dari sejumlah hotel untuk memperpanjang jam operasional pada Sabtu dan Minggu supaya lebih banyak wisatawan yang datang. Selama ini operasional museum pukul 08.00 WIB-14.00 WIB,” kata dia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.