Pariwisata Indonesia Sangat Butuh Country Branding

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata

makssarIndonesia sudah waktunya membutuhkan adanya pemerekan (country branding) layaknya praktik bisnis yang dilakukan perusahaan untuk memasarkan produknya. Hal itu sangat diperlukan agar bisa menarik wisatawan asing sebanyak-banyaknya datang ke Tanah Air.”Country branding memang dibutuhkan, apalagi untuk negeri seperti Indonesia,” jelas Praktisi Pemasaran, Erik Meijer di Jakarta, baru-baru ini.Menurut dia, langkah Menteri Pariwisata Arief Yahya mempertahankan country branding Wonderful Indonesia merupakan sebuah keputusan yang jitu, karena tidak membuang brand value yang sudah ada. “Ini bukti Pak AY (panggilan Arief Yahya) true marketeer. Soalnya sering orang mengubah dengan meng-create branding baru. Padahal, itu membuang brand value yang sudah ada,” katanya.

Ditambahkan Erik, taktik lain yang patut diapresiasi adalah country branding Wonderfull Indonesia kini ada versi bahasa Indonesianya, yaitu Pesona Indonesia, yang bisa digunakan untuk promosi pariwisata dalam negeri.

“Pak AY pakai cara baru di mana country brand akan lebih sering terlihat bahkan menjadi endorser brand dari masing-masing local brand yang ada. Ini akan meningkatkan brand value dengan sangat cepat. Pak AY juga mendukung pihak ketiga menggunakan branding Wonderful Indonesia, sehingga akan ada multiplier effect nantinya,” tutur Erik.

Diingatkannya, dalam payung pariwisata, country branding menjadi penting untuk menjual destinasi wisata. Indonesia mempunyai aset jauh lebih banyak dan lebih menarik daripada negara-negara tetangga yang mendapatkan lebih banyak wisatawan. “Selama ini, kita belum berhasil ‘menjualnya’. Namun, sudah mulai kelihatan peningkatannya,” kata dia.

Hal itu pun terbukti sejak Garuda Indonesia mulai membuka destinasi yang lebih terkoneksi dengan explore, banyak tempat baru menjadi lebih accessible. Contoh yang menarik adalah Labuan Bajo, di mana setiap hari ada tiga penerbangan bisa penuh karena banyaknya wisatawan asing yang datang, walaupun baru diluncurkan December tahun lalu.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50/2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025, disebutkan Tujuan Pembangunan Kepariwisataan Nasional yaitu mengkomunikasikan destinasi pariwisata Indonesia dengan menggunakan media pemasaran secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab.

Terkait dengan branding, Kementrian Pariwisata dibawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini melakukan relaunching program Wonderful Indonesia sebagai country branding dan Pesona Indonesia menjadi slogan destinasi wisata dalam negeri.

Aksi itu bertujuan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di dalam negeri dan di dunia internasional. Apalagi, country brand itu merepresentasikan daya tarik keindahan alam, keanekaragaman budaya, dan keramahtamahan masyarakat Indonesi,a maupun fasilitas pariwisata menarik lainnya.

Ditegaskan pula oleh Arife Yahya, untuk membuat dan meluncurkan sebuah branding diperlukan biaya yang tidak sedikit. Jadi, tidak mungkin, atau bahkan tak masuk akal, jika sebuah negara kerap mengganti branding.

“Dan, branding Wonderful Indonesia sudah tepat. Tugas kita sekarang memperkenalkannya kepada wisatawan di luar agar menyadari keindahan alam Indonesia serta mau melihatnya secara langsung,” tambah Arief.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.