Pentingnya Digitalisasi dalam Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pariwisata dan Pelaku Usaha Pariwisata

pelatihanpariwisata-Perkembangan teknologi memberikan dampak di semua aspek kehidupan, tak terkecuali dengan pariwisata. Mengutip Oka A. Yoeti dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata (1991), pariwisata sendiri berasal dari kata pari dan wisata. Pari artinya berkali-kali atau berputar-putar. Sedangkan wisata mempunyai makna perjalanan atau bepergian. Jadi, pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan berkali-kali. Kemudian, bila kita mengacu ke dalam konstitusi, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1990 tentang Kepariwisataan, pariwisata didefinisikan sebagai segala sesuatau yang berhubungan dengan wisata, termasuk obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. Sementara pengertian pariwisata dalam The World Tourism Organization (UNWTO) adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan perpindahan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasanya untuk tujuan pribadi, bisnis, atau profesional. Dari pengertian-pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa pariwisata berhubungan dengan aspek-aspek lain. Artinya, dengan berkembangnya teknologi, pariwisata juga akan terpengaruh. Sehingga, sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia nomor 4 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik dan Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2022, diatur tentang pelatihan digitalisasi. Pelatihan Digitalisasi: Branding, Pemasaran, dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola destinasi dan daya tarik wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata. Materi dalam pelatihan tersebut adalah Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan Daerah untuk Pemasaran Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pemasaran Digital dalam Memajukan Pariwisata Berdaya Saing, Tahapan Pegembangan Pemasaran Digital, Fotografi untuk Promosi Digital, dan Bahasa Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital. Materi-materi tersebut adalah materi paparan. Ada juga materi diskusi kelompok Evaluasi terhadap Praktik Pemasaran Digital yang Telah Dilakukan oleh Peserta Pelatihan. Dan materi praktik Pemasaran Digital dalam Pariwisata. Jogja Tourism Training Center (JTTC) sebagai sebuah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM umum dan bidang pariwisata yang didirikan oleh kolaborasi UGM, ASITA DIY, dan PHRI DIY, juga memberikan service pelatihan tersebut. Dalam memberikan pelatihan, JTTC telah berkompeten dengan dipercayai dinas dan instansi di Indonesia. Untuk informasi mengenai kerjasama di bidang pariwisata dan pendampingan wisata dapat menghubungi Mira (0812-1501-7910).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.