Tahun Pariwisata Politik

Penelitian Pariwisata| RIPOW | RIPPDA-Setelah wakil-wakil kita di parlemen terpilih, sebentar lagi kita semua akan menuju pemilihan pemimpin baru di republik ini, yakni pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada tanggal 9 Juli nanti. Ya, setelah 10 tahun kita memiliki pemimpin yang sama melalui dua kali pemilu presiden yang sangat demokratis, yakni pemilu pada tahun 2004 dan 2009, saat ini mungkin kita semua sangat penasaran, siapa yang akan memenangi pemilihan presiden dan menggantikan posisi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai orang nomor satu di republik tercinta ini.

Besarnya euforia pemilu legislatif yang telah diselenggarakan pada 9 April lalu dan pemilihan presiden yang akan digelar pada 9 Juli mendatang, ada hal yang menarik untuk kita analisis dari kacamata dunia pariwisata. Ya, pariwisata tentunya tidak selalu berkaitan dengan nuansa-nuansa alam, pantai atau pegunungan. Nuansa-nuansa pesta demokrasi lima tahunan sekarangpun merupakan sebuah hiburan pariwisata yang menarik dan dapat kita nikmati. Inilah era pariwisata politik kita. Tahun 2014 sangat tepat untuk kita sebut sebagai tahun pariwisata politik. Karena di tahun politik ini banyak tontonan dan hiburan menarik yang disajikan bagi seluruh masyarakat secara gratis.

Berbicara mengenai pariwisata, biasanya ingatan kita jelas tertuju pada tempat atau obyek-obyek wisata yang indah, menawan, menjadi tempat berwisata favorit bagi keluarga atau tempat yang bisanya ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Begitupun dengan pariwisata politik, yang  memiliki obyek-obyek menarik untuk dilihat, ditonton, dan dikunjungi oleh semua kalangan. Lalu obyek-obyek apa saja yang menarik untuk dilihat, ditonton, dan dikunjungi dalam pariwisata politik? Tentu saja berbagai tontonan aktivitas kampanye dan berbagai kegiatan yang dilakukan, baik oleh partai-partai politik, para calon legislatif (caleg), maupun para calon presiden (capres). (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.