Timor Leste Prioritaskan Pembangunan Pariwisata

Pelatihan Pariwisata | Diklat Pariwisata -Mari Pangestu melakukan kunjungan kehormatan dan pertemuan bilateral dengan berbagai pejabat Timor Leste, yaitu Perdana Menteri Xanana Gusmao; Menteri Luar Negeri Jose Luis Guterres; Menteri Perdagangan, Industri dan Lingkungan Hidup Antonio de Conceicao; dan Menteri Pariwisata Fransisco Kalbuadi Lay.Perdana Menteri Xanana Gusmao pada kesempatan pertemuan bilateral berterima kasih atas kehadiran perwakilan Pemerintah Indonesia pada Sidang ke-10 CPLP tersebut. PM Xanana tak lupa juga mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang telah berhasil menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2014 yang telah berlangsung aman dan tertib sebagai bukti Indonesia telah menjadi negara demokrasi yang telah mapan. Pada saat pertemuan dengan Menparekraf, Xanana juga didampingi oleh Menteri Pariwisata Timor Leste, Fransisco Kalbuadi Lay.

Baik PM Xanana maupun Menteri Fransisco Kalbuadi mengatakan bahwa Indonesia sebagai saudara tua telah berhasil memajukan pembangunan kepariwisataan seperti Bali dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Oleh sebab itu, sejak 2 tahun lalu, Pemerintah Timor Leste juga telah memprioritaskan pembangunan pariwisata dengan membentuk Kementerian Pariwisata tersendiri, terpisah dari Kementerian Perdagangan. Dalam hal ini, pemerintah Timor Leste berharap agar kerja sama dalam bidang peningkatan kapasitas SDM pariwisata dapat terus ditingkatkan.

Menanggapi hal itu, Menteri Mari Pangestu menyambut baik usulan peningkatan kerja sama di bidang pariwisata antarkedua negara tersebut. Menparekraf menyatakan bahwa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, lembaga pendidikan tinggi pariwisata di bawah Kemenparekraf, telah mengadakan kerja sama dengan Timor Leste di bidang pengembangan sumber daya manusia. Merujuk pada laporan Kepala STP Bali, pada tahun 2013 sudah dilakukan pelatihan kepada staf hotel dan restoran di Timor Leste. Sementara itu pada 2012 telah dilakukan pelatihan di bidang Housekeeping sebanyak 30 orang di kampus STP Bali. Bahkan saat ini STP Bali diminta untuk melakukan training di bidang cashiering for hotel berbasis teknologi informasi yang didesain oleh STP Bali, yang dalam waktu dekat akan diimplementasikan.

Selain melakukan pertemuan dengan berbagai pejabat tinggi pemerintahan Timor Leste, Menparekraf juga melakukan pertemuan bilateral dengan Joao Goncalves, Kepala Unit Misi Kerja Sama Segitiga Pertumbuhan Ekonomi Timor Leste – Indonesia – Australia (TIA) khususnya wilayah Dili – Kupang – Darwin. Dalam hal ini Joao Goncalves memberikan informasi kemajuan yang telah dilakukan untuk merealisasikan gagasan kerja sama subregional yang telah dirintis selama setahun terakhir, salah satunya adalah dengan melakukan workshop dengan para ahli wilayah perbatasan dari ketiga negara.

Dalam hal ini, Menparekraf mengapresiasi kemajuan implementasi kerja sama subregional antara Timor Leste – Indonesia – Australia (TIA) tersebut. Ke depan menteri Mari menyatakan bahwa TIA dapat mencontoh best practice yang dilakukan oleh IMT-GT dan Biemp Eaga di tingkat ASEAN dengan banyak melakukan kerja sama di bidang pengembangan konektivitas, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas. Disamping itu dibahas bagaimana mendorong kegiatan bersama antara tiga wilayah tersebut seperti Sail Darwin-Kupang-Dili dan membuat paket kapal pesiar yang melibatkan destinasi di tiga wilayah tersebut. (

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.